MAKASSAR, BKM — Tahun depan, Pemerintah Kota akan mulai fokus pada recovery atau pemulihan ekonomi pascapandemi covid-19, yang hampir dua tahun terakhir ini.
Banyak program yang akan dilaksanakan untuk menggerakkan roda perekonomi. Mulai dari infrastruktur, stimulus untuk UMKM, dan masih banyak lagi.
Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto, menjelaskan, khusus untuk infrastruktur, pemkot berencana akan memperbaiki dan menyiapkan sejumlah sarana serta prasarana untuk fasilitas umum.
Tidak tanggung-tanggung, anggaran yang bakal dialokasikan untuk rencana tersebut berkisar Rp1,2 triliun.
Salah satu proyek besar yang akan dibangun adalah jalur pedestrian ‘japparate’ di kawasan pesisir Kota Makassar.
Jalur pedestrian melayang itu akan dibangun sekira 3,5 kilo meter (KM), lebar 6 meter, tinggi hingga 4,1 meter.
Selain pejalan kaki, jalur pedesterian itu juga diperuntukkan bagi pesepeda. Jalurnya mulai dari Benteng Rotterdam hingga ke Mal Pipo.
“Jadi konsep desainnya akan sama dengan jembatan penyeberangan. Masyarakat bisa menikmati sunset, sunrise sambil joging atau bersepeda,” ungkap Danny.
“Pokoknya nanti Insyaallah bangga Makassar punya itu,” tegasnya.
Danny menjamin, jalur tersebut tidak akan mengganggu arus lalu lintas di sepanjang jalan Ujung Pandang hingga Jalan Metro Tanjung Bunga.
Dikonfirmasi terpisah, Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Helmi Budiman, mengatakan, pembangunan ‘Japparate’ masih dalam proses pembahasan.
Pihaknya melibatkan akademisi Unhas untuk mengkaji kelayakan atau feasibility studynya (FS).
“Kita lebih banyak melibatkan para akademisi di Unhas, khususnya di arsitek. Saat ini kita mau membuat banyak prasasti sejarah. Tentu dari Unhas paham nilai-nilai sejarah bangunan di Makassar,” ungkapnya.
Jika memungkinkan, pelaku UMKM juga akan dilibatkan untuk menjajakan kuliner-kuliner di sepanjang jembatan tersebut.
Hanya saja, fokus saat ini kata Helmi yakni mengakomodir tempat layak untuk pejalan kaki.
“Kalau memang secara FS bisa di masukkan untuk UMKM yah kenapa tidak,” katanya.
Anggaran Japparate ini diestimasi mencapai Rp20 miliar lebih di APBD Pokok 2022.
Kendati begitu, konsep secara keseluruhan kata Helmi masih digarap oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Makassar. (rhm)

