GOWA, BKM — Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, menegaskan, keberhasilan pemerintah daerah tak lepas dari peran pemerintahan desa di dalamnya. Karena itu, pemerintah desa harus berbuat dan berkontribusi lebih besar.
Hal itu ditegaskan Adnan saat tampil sebagai narasumber pada bimtek peningkatan kapasitas bersama bagi anggota Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) secara virtual, Sabtu (4/12). Adnan tampil sebagai Sekretaris Jenderal Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI).
Dikatakan Adnan, secara umum pendekatan pembangunan desa dikategorikan dalam dua pendekatan utama yaitu pembangunan desa yang bersifat top- down dan desa membangun yang berorientasi bottom-up.
”Prinsip bottom-up ini pendekatannya partisipatif. Jadi selain top down dari pemerintah kabupaten, inisiatif dari desa juga kita harapkan. Sehingga kolaborasi itu bisa berjalan dengan baik,” ujar Bupati Gowa dua periode ini.
Menurut Adnan, kolaborasi yang baik sangat dibutuhkan pemerintah daerah. Karena hanya daerah yang mampu berkolaborasi dengan semua stakeholder yang ada, dapat menjadi daerah yang maju dan lebih baik daripada sebelumnya.
”Kalau dahulu hanya ada tiga pilar pembangunan, hari ini telah dikembangkan menjadi lima pilar pembangunan, yaitu pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat dan media. Kelimanya harus terus berkolaborasi untuk mempercepat proses pembangunan di Indonesia,” kata bupati berusia 35 tahun ini.
Adnan menjelaskan, posisi BPD (badan perwakilan desa) di desa saat ini sama dengan lembaga legislatif di tingkat daerah maupun pusat. Sehingga perannya cukup strategis untuk memberikan saran, masukan dan juga sekaligus membahas bersama apa perencanaan program yang akan dilakukan di desa masing-masing.
”Jadi, BPD dan pemerintah desa sebaiknya berjalan beriringan di dalam pembangunan desa. Kalau pun ada beberapa hal yang belum sejalan, maka itu adalah bagian dari dinamika. Intinya, BPD harus mampu menyuarakan aspirasi masyarakat desa,” kata Adnan.
Selain kolaborasi, bupati dua periode ini juga menganjurkan kepada peserta bimtek untuk terus beradaptasi dengan kemajuan dan perkembangan teknologi yang ada saat ini.
”Jika hari ini ada yang tidak menuju pada digitalisasi, pasti tertinggal. Karena di era industri 4.0 ini, seluruh penyelenggaraan baik pemerintah maupun ekonomi, semua sudah menerapkan sistem digitalisasi,” tambahnya.
Ia pun berharap, pendekatan teknokratis yang sifatnya top down, tidak akan dapat berjalan optimal tanpa kolaborasi yang terjalin dengan baik dengan seluruh stakeholder dari pusat hingga desa. Oleh karena itu, pendekatan partisipatif yang bersifat bottom-up selalu dibutuhkan untuk melengkapi upaya pembangunan yang ada di Indonesia.
”Ya mudah-mudahan kolaborasi yang baik terus terjalin dalam membangun suatu daerah di wilayah kita masing-masing,” arahannya kepada seluruh pemerintah kabupaten di Indonesia. (sar)

