MAKASSAR, BKM–Pelantikan Taufan Pawe (TP) sebagai Ketua Dewan Pimpinan daerah (DPD) I Partai Golkar Sulawesi Selatan sempat menuai pro dan kontra.
Banyak yang memuji dan berharap agar TP dapat membangun kekuatan partai dan tetap memenangi pemilu legislatif (pileg) Februari 2024 yang akan datang.
Namun tidak sedikit juga menyesalkan dan khawatir dengan langkah TP yang menempatkan keluarga dalam jajaran pengurus hingga berpeluang membangun klan atau dinasti politik.
Pemerhati politik dari Nurani Strategic Dr Nurmal Idrus mengakui ada kecenderungan kearah itu. “Saya pikir tak masalah jika dia membangun klan poltik seperti itu. Kecenderungan karakter politik di Sulsel dan juga Indonesia memang seperti itu adanya dimana mereka membangun klan politik untuk membentengi kepentingan politiknya. Kita masih harus menunggu apakah strategi TP itu akan membawa Golkar lebih maju ke depan,”ujar Nurmal yang pernah tercatat sebagai Ketua KPU Makassar ini.
Terpisah, pengamat komunikasi dan politik dari UIN Alauddin Dr Firdaus Muhammad menilai jika keterlibatan keluarga dalam partai apalagi satu partai merupakan bentuk dinasti politik. “Karenanya diharapkan masyarakat tetap kritis agar kewenangan politiknya bukan atas kekeluargaan. Harus kedepankan integritas,”jelas Firdaus Muhammad.
Seperti diketahui, pelantikan TP bersama sekretaris Andi Marzuki Wadeng, bendahara Andi Ina Kartika Sari serta sang menantu Zulham Arief dilakukan Wakil Ketua umum DPP Golkar Agus Gumiwang Kartasasmita yang juga Menteri Perindustrian di Four Poin By Sheraton Hotel jalan Andi Jemma Makassar, Kamis (9/12).
Sehari setelah dilantik, istri TP yakni Erna Rasyid juga terpilih sebagai ketua DPD II Golkar Parepare secara aklamasi pada musyawarah daerah (musda) yang digelar di Gedung Islamic Center Kota Parepare Jumat (10/12).
Padahal ada tokoh yang juga memiliki niat untuk membesarkan Golkar di Parepare yakni Taqyuddin Jabbar.
Taqyuddin yang dikenal sebagai aktivis dan mantan Wakil Bendaraha Golkar Sulsel periode 2015-2020 ini bahkan mengaku siap maju berkompetisi dengan istri Walikota Parepare TP untuk menjadi Ketua DPD Golkar di sana karena didasari niat baik. (rif)

