MAKASSAR, BKM–Bakal calon Presiden RI Anies Baswedan tak hanya memantau sejumlah kegiatan deklarasi untuk tim dan relawannya didaerah, namun Anies yang juga Gubernur DKI Jakarta juga berbicara soal ketimpangan.
Anies mencontohkan ketimpangan di Kepulauan Seribu yang perlahan semakin kecil. Dalam akun YouTube-nya dengan judul ‘dari Pendopo’. Anies membahas soal kemajuan di Kepulauan Seribu.
“Mengapa Pulau Seribu ini perlu kita bahas, dunia selama begitu panjang menyaksikan ketimpangan antarnegara bahkan dulu ada istilah dunia pertama, dunia kedua, dunia ketiga, ada istilah negara maju, negara berkembang, negara yang terbelakang, banyak istilah dibuat untuk menggambarkan ketimpangan antarnegara, nah beberapa waktu terakhir ini, ketimpangan antarnegara itu sudah mulai makin tipis,” ujar Anies sebagaimana yang disampaikan ketua umum Mileanis Muhammad Ramli Rahim, Rabu (15/12).
Menurut Anies, yang muncul lebih kuat justru ketimpangan dalam negara, bisa ketimpangan antarnegara itu mengecil, tapi ketimpangan dalam negara itu melebar. “Jadi misalnya bedanya Jakarta dengan Singapura, dengan Tokyo, LA, London, tiga dekade yang lalu, empat dekade yang lalu mungkin gap-nya tinggi, sekarang gap antarkota ini makin tipis, tetapi antara Jakarta dengan kawasan lain di Indonesia gap-nya makin membesar, nah sekarang kita bicara tentang di Jakarta,” sambung dia.
Menurutnya Kepulauan Seribu pelan-pelan mengalami perubahan, yang hampir stagnan soal perkembangan wilayah. Eks Mendikbud ini mengatakan perlahan kebutuhan pokok hingga listrik mulai terpenuhi.
Saat menjabat sebagai Gubernur DKI, Anies memiliki janji untuk mengatasi ketimpangan di Kepulauan Seribu yang terdiri atas 110 pulau. Namun hanya ada 11 pulau yang dihuni sebanyak 27 ribu warga.
“Republik ini tak pernah didirikan hanya untuk tempat-tempat yang padat penduduk, republik ini didirikan untuk siapa saja yang ada di Nusantara, yang nature-nya adalah kepulauan, Jika di ibu kota kawasan kepulauan tertangani dengan baik, maka kita sedang mengirimkan pesan pada seluruh penduduk di kepulauan manapun di Republik ini, bahwa ini adalah soal waktu saja bahwa semua akan tertangani. Tapi kalau kepulauan yang di dalam bagian dari ibu kota tak tersiapkan fasilitas dasarnya, kira-kira pesan harapan apa yang dikirimkan kepada seluruh pendudukan di kepulauan seluruh Indonesia?” lanjut Anies.
Anies mengatakan membenahi ketimpangan di Kepulauan Seribu akan memberikan pesan seluruh Indonesia.
“Jadi ketika kita bicara Kepulauan Seribu ini bukan semata-mata soal menangani Jakarta, ini mengirimkan pesan optimis, positif bagi seluruh Indonesia. Ini kira-kira ilustrasi Kepulauan Seribu,” lanjutnya.
Anies kemudian membeberkan program di Kepulauan Seribu. Salah satu yang sudah terpenuhi yakni soal kualitas air melalui Sea Water Reverse Osmosi (SWRO). SWRO ini, kata Anies, memiliki kualitas standar air minum yang diantar ke rumah penduduk lewat perpipaan sehingga warga tak menyiapkan ember untuk dibawa ke rumah. Anies juga menyinggung pasokan listrik yang sudah terpenuhi selama 24 jam di Pulau Seribu. Menurutnya, saat 2018, listrik tak bisa menjangkau sampai 24 jam karena masih memakai genset.
Selain itu, Anies juga bicara soal penyediaan pangan untuk warga di Kepulauan Seribu. Pemprov DKI, lanjut dia, membangun Jakgrosir untuk kebutuhan warga Kepulauan Seribu tanpa harus jauh-jauh ke daratan. Hal tersebut juga dilakukan untuk memberikan kepastian harga dan kesamaan harga dengan wilayah Jakarta di daratan.
Kemudian, Anies juga menyinggung BBM di Pulau Seribu yang sudah turun dibanding 3 tahun lalu. (rif)

