MAKASSAR, BKM–Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo, melaksanakan workshop percepatan akerditasi jurnal Ilmiah bekerjasama dengan Relawan Jurnal Indonesia (RJI) Provinsi Sulawesi Selatan.
Kegiatan tersebut digelar dua hari 16-17 Desember 2021, di Hotel Value Kota Palopo.
Diikuti pengelola jurnal berbagai kampus di Kota Palopo yaitu: IAIN Palopo 36 orang, Universitas Muhammadiyah Palopo 2 orang, Universitas Andi Djemma 2 Orang.
Saat ini telah ada 21 Jurnal yang dikelola IAIN Palopo dan sudah ada 6 yang telah terakreditasi diantaranya Al-Khwarizmi : Jurnal Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam terakreditasi Peringkat 3 atau Sinta 3, terakreditasi Peringkat 4 atau Sinta 4 (IDEAS : Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature, PALITA: Journal of Social – Religion Research, dan Pedagogik Journal of Islamic Elementary School), dan ada 2 jurnal terakreditasi Peringkat 5 atau Sinta 5 (IQRO: Journal of Islamic Education dan Al-Amwal : Journal of Islamic Economic Law).
Rektor IAIN Palopo mengungkapkan bahwa, pelaksanaan workshop ini diharapkan mampu memberikan bekal kepada para pengelola jurnal untuk mampu meningkatkan kualitas jurnal yang dimiliki dengan cara meningkatkan akreditasi jurnal. Selain itu, jurnal yang belum terakreditasi diharapkan mampu memperbaiki tata kelola jurnal sehingga dapat diajukan ke akreditasi nasional, ungkap dalam sambutannya Prof. Dr. Abdul Pirol, M.Ag.
pelaksanaan Kegiatan tersebut menghadirkan Pengurus RJI Sulawesi Selatan sebagai Nasarumber yaitu: Muh Ilham Bakhtiar, S.Pd., M.Pd (selaku Ketua RJI) dan Rudi Salam, S.Pd., M.Pd. (Sekretaris RJI Sulawesi Selatan).
Proses manajemen tatakelola dan penerbitan diharapkan dapat berjalan dengan system daring full, agar proses pengelolaan berjalan lebih efektif dan efisien sehingga memberikan dampak pada kualitas naskah dan proses penerbitan yang tepat sesuai jadwal yang ditentukan.
“Untuk meningkatkan Akreditasi Jurnal, maka pengelola perlu memperhatikan kualitas naskah/artikel yang diterima terutama dari segi novel yang berdampak pada keilmuan, melakukan proses review yang baik dan benar, kemudian meningkatkan indeks pada pengindeks terpercaya seperti DOAJ, Copernicus dan Pengindeks internasional yaitu scopus dan WoS, editor dan reviewer yang terlibat berasal dari berbagai PT dalam negeri dan diutamakan berasal dari Luar Negeri” Jelas Ilham Bakhtiar saat menyampaikan materinya.
“indikator yang menjadi penilian akreditasi nasional yaitu dari segi manajemen terdiri dari: Penamaan jurnal ilmiah, kelembagaan penerbit, penyuntingan dan manajemen jurnal, penampilan, keberkalaan, penyebarluasan dan segi subtansi terdiri dari substasi artikel dan gaya penulisan”, Ungkap Rudi Salam dalam materinya.
Antusiasme peserta tergambarkan pada pelaksanaan kegiatan karena praktek di sesi akhir kegiatan dilaksanakan dengan mengikuti instruksi dari narasumber sehinga hal-hal yang menjadi kekurangan dalam persiapan akreditasi serta bagian tata kelola jurnal yang menjadi indikator penilaian langsung diperbaiki dan simulai manajemen penerbitan berjalan dengan baik.(rls)

