MAKASSAR, BKM — Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan telah menyita barang bukti sabu 15,166,23 gram, ganja 3.343 gram, dan tembakau sintetis 3.100 gram.
Hal tersebut terungkap dalam rilis kasus dan pencapaian kinerja BNNP Sulsel selama Januari hingga Desember, di Jalan Manunggal 22, Selasa (28/12). Termasuk untuk menyampaikan informasi dan transparansi kepada masyarakat bagaimana pencapaian kinerja BNNP selama tahun 2021.
Kepala BNNP Sulsel, Brigjen Pol Ghiri Prawijaya, membenarkan jika selama setahun pihaknya telah menyita barang bukti shabu 15,166,23 gram, ganja 3.343 gram, dan tembakau sintetis 3.100 gram.
Sementara untuk tersangka mencapai 42 orang berdasarkan data 9 Desember 2021. Meningkat jika dibandingkan tahun 2020 lalu yang hanya berjumlah 24 orang.
Untuk jumlah penyalahgunaan yang direhab mencapai 943 orang data 10 Desember 2021. Meningkat dibandingkan tahun 2020 lalu yang hanya mencapai 816 orang.
Sedangkan jumlah yang menjalani assessment terpadu sebanyak 402 orang data 9 Desember 2021. Angkanya lebih tinggi dibanding tahun 2020 yang mencapai 373 orang.
Selain BNN Provinsi, di Sulsel baru ada tiga kabupaten yang menopang, pertama di Kabupaten Bone, Kota Palopo, dan Kabupaten Toraja.
Untuk itu, akan dibentuk tiga zonasi untuk memperluas jangkauan BNNP. Setidaknya ada tiga kabupaten yang dipilih.
“Kita bentuk zonasi, selatan sekretariat Bantaeng atau Jeneponto, timur Bulukumba atau Sinjai, zona Utara tengah Sidrap membawahi Pinrang dan Pare-pare,” ungkap Ghiri, Selasa (28/12).
Selain itu, Ghiri meminta masyarakat yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba untuk segera melapor. Ia menekankan masyarakat tidak tersebut tidak dipidana.
“Jika ada pengguna narkoba, bukan pengedar, kurir, atau bandar, tetapi ditangkap oleh aparat bisa rehabilitasi dengan proses asesmen terpadu,” ungkapnya.
Bagi masyarakat malu dan takut korban penyalahgunaan narkoba silakan hubungi kontak 081241080030.
Kedepan, untuk melakukan pencegahan penyalahgunaan narkoba, BNNP Sulsel sudah melakukan banyak kerjasama dengan instansi pemerintahan.
“Kita juga melakukan pencegahan dengan membentuk relawan fungsinya edukasi ke masyarakat dengan melakukan penyuluhan dengan bimbingan BNNP ataupun Kesbangpol,” sebutnya.
Untuk di Kota Makassar, seluruh RT/RW ketua PKK agen bersih narkoba tugasnya menjadi penyuluh dan pemulihan melakukan pendampingan.
“Selain itu deteksi dini tes urine kepada ASN,” sebutnya.
BNN masuk desa bersama Kesbangpol akan menghadirkan BNN masuk desa. Jadi dilakukan bersih narkoba. Mahasiswa dengan program KKN menuju bersih narkoba (bersinar). Pada lokasi KKN akan melakukan program bersih narkoba. (jun)

