TAKALAR, BKM — Lantaran diberitakan oleh sejumlah media terkait pemeriksaannya dalam kasus dugaan korupsi anggaran Dinas Pekerjaan Umum (PU) oleh penyidik Kejaksaan Negri (Kejari) Takalar, Sekretaris Dinas (Sekdis) PU Kabupaten Takalar Sirfan Mone, mencak-mencak kepada wartawan.
Sirfan melalui pesan singkat telepon seluler mengirim pesan bernada kecaman ke ponsel wartawan. “Kenapa kau marah dan jengkel kalau saya mau naik Umroh, Insya Allah bukanji uang yang bikin sakit hati orang yang kupakai menunaikan Ibadah Umroh dan janganmi gelisah kalau dengar saya mau Umroh karena itu bukanji hal luar biasa, itu hal biasa yang sangat mulia,” kutipnya melalui pesan singkat, Senin (21/3).
Tak sampai diritu, pesan singkat berikutnya kembali ia kirim dengan nada ancaman yang mengatakan “Mungkin Wartawan sudah gembira membaca berita pemeriksaannya di Kejaksaan, bahwa Sirfan sang koruptor akan melaksanakan wisata umroh yang orang akan menganggap bahwa perjalanan umroh menggunakan hasil korupsi, dan perlu diketahui tidak pernahji orang Takalar takut dengan Orang Gowa, Saribattang,” kecamnya.
Saat disinggung bahwa perjalanan ibadah umroh sesorang termasuk perjalanan ibadah Sekretaris PU, tidak ada hubungan dengan tugas Jurnalistik, Sirfan Mone malah menantang agar jawaban diberitakan di media. “Jawabanku, bahwa Sirfan yang terduga koruptor akan umroh menggunakan Uang Rakyat,” katanya melalui pesan singkat.
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Ranting Takalar, Maggarisi Saiye DN yang dimintai tanggapannya terkait ancaman yang diduga dilakukan Sirfan Mone mengatakan, bahwa sikap yang dilakukan Sirfan adalah hal yang tidak etis jika melihat kapasitanya sebagai seorang pejabat publik.
“Kalau ada sumber yang diberitakan merasa dirugikan, ada namanya hak jawab, bukan dengan SMS yang tidak mencerminkan etika dan moral pejabat,” jelasnya. (ari-ril)
Sekdis PU Mencak-Mencak
×

