GOWA, BKM — Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan saat menghadiri dan menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) tahun anggaran 2015 di gedung DPRD Gowa, Senin (21/3) pukul 10.00 Wita menegaskan Pemkab akan tetap komitmen melanjutkan program kesehatan gratis yang telah dilaksanakan pemerintah kabupaten sejak 2008 lalu.
“Program kesehatan gratis di Gowa tetap akan dilanjutkan meskipun ada program integrasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Hal ini telah kami instruksikan kepada seluruh Puskesmas dan Rumah Sakit Syekh Yusuf agar masyarakat yang tidak memiliki kartu BPJS dan tidak memiliki biaya untuk berobat agar bisa dilayani cukup dengan memakai KTP dan Kartu Keluarga karena ini merupakan hak dasar masyarakat yang harus terpenuhi,” tegas Adnan dihadapan sidang paripurna dewan yang dipimpin Ketua DPRD Gowa, H Ansar Zaenal Bate dihadiri Wakil Bupati Gowa, H Abd Rauf Malaganni dan para anggota dewan serta para pimpinan SKPD lingkup Pemkab Gowa.
Terkait total alokasi anggaran kesehatan, pada tahun 2015 lalu Pemkab Gowa mengalokasi sebesar Rp 169,2 miliar lebih dengan realisasi sebesar Rp 145,5 miliar lebih atau sebesar 86,01 persen melalui berbagai program/kegiatan bidang kesehatan meliputi program peningkatan sarana prasarana aparatur, program upaya kesehatan masyarakat, program pelayanan kesehatan penduduk miskin, program peningkatan keselamatan ibu melahirkan dan anak serta beberapa program lainnya yang menjadi prioritas di bidang kesehatan.
Dalam kesempatan itu, Adnan juga menyampaikan urusan pemberdayaan masyarakat/pemerintahan desa pada Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) sebagai leading sektor di tahun 2015 dengan total anggaran belanja sebesar Rp 8,2 miliar lebih dengan realisasi akhir Rp 7,9 miliar lebih atau sebesar 97,22 persen.
Sementara untuk urusan pendidikan pada tahun 2015 memiliki total anggaran belanja sebesar Rp 604,9 miliar lebih dengan realisasi sebesar Rp 549,9 milair lebih atau sebesar 90,82 persen. “Untuk tahun ini prioritas pembangunan di bidang pendidikan akan dititikberatkan pada Program Sistem Kelas Tuntas Berkelanjutan, Program Pendidikan Gratis, Investasi SDM Seperempat Abad, Penyempurnaan Calistung serta Fasilitasi Pendidikan Perguruan Tinggi Syekh Yusuf,” papar Adnan.
Sementara pada urusan sosial keagamaan, ketenagakerjaan dan transmigrasi di tahun 2015 anggarannya diplot sebesar Rp 11,4 miliar lebih dengan realisasi anggaran sebesar Rp 11,071 miliar lebih atau sebesar 96,53 persen yang meliputi program pencerahan qalbu Jumat Ibadah, program pemberdayaan imam masjid, program pembinaan guru mengaji dan pembinaan TKA/TPA, program syiar Islam dan budaya Islam, program pemberdayaan tenaga kerja dan program peningkatan kesempatan kerja.
Sedangkan, pada urusan pekerjaan umum yang ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Kabupaten Gowa alokasi anggaran pada tahun 2015 sebesar Rp 257,5 miliar lebih terealisasi sebesar Rp 244,1 miliar lebih atau sebesar 94,27 persen.
Realisasi PAD Gowa 91,5 Persen Pada tahun 2015 pendapatan Kabupaten Gowa dianggarkan Rp 1,438 trilyun lebih dan dapat terealisasi sebesar Rp 1,430 trilyun lebih atau sebesar 99,47 persen yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ditargetkan Rp 147 miliar lebih terealisasi sebesar Rp 134 miliar lebih atau 91,55 persen. Sedangkan, pendapatan transfer dari target sebesar Rp 1.259 miliar lebih yang terealisasi sebesar Rp 1.263 miliar lebih atau sebesar 100,33 persen.
Adnan mengaku sangat bersyukur atas semangat kebersamaan dan kegotongroyongan warga masyarakat yang turut mewarnai berjalannya proses pembangunan di Kabupaten Gowa. “Masyarakat semakin memahami akan arti pentingnya pemberdayaan serta tanggap terhadap bebagai permasalahan daerah,” tambah Adnan. (sar-ril)
Gowa Komitmen Lanjutkan Kesehatan Gratis
×

