POLMAN, BKM — Kepala Desa Bonra Kecamatan Mapilli Kabupaten Polewali Mandar H Alimuddin membuat berbagai terobosan dan inovasi di desanya sebagai upaya pembedayaan masyarakat desa. Salah satunya dengan membentuk Kelomok Wanita Tani (KWT).
Mulai dari pelatihan dibidang pertanian, membentuk Kelompok Wanita
Tani (KWT) sampai kepada usaha pemeliharaan ikan. Semua itu dilakukan
sebagai upaya untuk memberdayakan masyarakatnya agar mereka mendapat
keterampilan dan pola pikir untuk bisa mendukung usaha peningkatkan
kesejahteraan masyarakat.
Menurut Alimuddin untuk meningkatkankesejahteraan masyarakat melalui bidang pemberdayaan masyarakat bahkan sudah pernah bermita dengan Dinas Pertanian dan Pangan melakukan pelatihan di bidang pertanian. Mendatangkan nara sumber dari Dnas Pertanian Polewali Mandar, kemitraan tersebut berjalan cukup baik.
”Kebetulan selaku Kepala Desa Bonra berlatar belakang dari Dinas Pertanian dan sejak itu ia telah membentuk KWT disemua dusun,” jelasnya.
Kades berlatar belakang pertanian ini pertama memotivasi masyarakat agar bisa memamfaatkan lahan kosong pekarangan rumahnya menjadi lahan pertanian produktif. Dia senantiasa memberi motvasi khususnya kepada ibu rumah tangga utamanya yang sering kumpul duduk saja ditangga bercanda atau apalah namanya supaya mereka bisa termotivasi memiliki kegiatan produktif memanfaatkan pekarangan rumah yang kosong minimal menyiapkan lima kantongan polibek untuk ditanami cabe, tomat atau jenis tanaman lain yang cocok.
”Dulu mereka menanam, sehingga desa yang membelikanbibit, cuma saja yang namanya masyarakat tertentu terkadang cuma dalam tempo tiga sampai lima bulan karena mungkin tidak ada kreasi untuk berusaha mengembangkan lebih jauh. Saat panen mereka selesai dan stok bibitnya juga ikut habis,” tambahnya.
Nah, dengan cara pelatihan ini sehingga warga bisa lebih mandiri dalam hal bibit sehingga bisa memproduksi kapan saja mereka mau dan tidak perlu lagi meminta dari Dinas Pertanian.
Dilain sisi progam dibidang Pemberdayaan Masyarakat Desa Bonra kedepan
akan diadakan pelatihan Usaha Kecil Menengah (UKM) bagi pemberdayaan
masyarakat setempat.
”Warga akan dilatih bagaimana mendapatkan, keterampilan, wawasan sebagai petunjuk mengelola usaha kerakyatan ini, sesudah pelatihan semoga bisa berpikir bagaimana memanfaatkan dan mengembangkan usaha sendiri,” tandas Kades. (*)

