GOWA, BKM — Perjuangan keras atlet bulutangkis Sulsel di even Seleknas bulutangkis 2022 di GOR Pelatnas Cipayung, Jakarta, pada Sabtu (15/1), berakhir manis.
Dari empat atlet bulutangkis Sulsel yang berkompetisi di seleksi nasional (Seleknas) mewakili dua provinsi di Pulau Jawa, yakni Sofy Al Mushira Asharunnisa, Muhammad Putra Erwiansyah, Muhammad Asqar mewakili Jawa Tengah dan Muhammad Reza Al Fajri mewakili DKI Jakarta, ternyata dua orang mampu menoreh prestasi terbaik, yakni juara satu. Dan dua orang ini berasal dari Kabupaten Gowa yakni Sofy Al Mushira dan Reza Al Fajri.
Sofy yang digelari si monster manis dari timur meraih juara satu di partai ganda putri berpasangan Ridya Aulia Fatasya (mewakili Jawa Tengah). Pasangan Sofy-Fatasya ini mampu mendobrak kekuatan lawan se provinsinya yakni Sintia Dewi Yuliani dan Selli Lin di final.
Sementara Muhammad Reza Al Fajri yang berjuang di partai tunggal putra, berhasil menerobos kegesitan Pradiska Bagas Sujiwo asal Banten dengan skor 20-11 di set akhir. Meski paha kiri Reza sempat cedera, namun Reza Al Fajri ternyata berhasil tampil juara satu di nomor tunggal putra tersebut. Sedang atlet Gowa satunya lagi yakni Putra Erwiansyah (juga asal Gowa) hanya bisa menembus juara tiga dan Muhammad Asqar Harianto (asal Maros) hanya bisa menembus delapan besar.
”Ini sebuah berkah kemakmuran bagi PBSI Gowa dan Sulsel. Berkah di awal tahun 2022. Alhamdulillah, tentunya saya sangat dan bahagia karena cita-cita saya selaku Ketua PBSI Gowa meloloskan atlet Gowa masuk Pelatnas, tercapai. Itu juga berkat doa kita semua kepada anak-anak kita ini selama bermain di event seleknas ini,” kata Ketua Umum PBSI Gowa, HM Natsir Maudu, usai menonton langsung babak delapan besar di GOR Pelatnas Cipayung Jakarta.
Natsir berharap, Gowa betul-betul bisa menjadi gudang atlet bulutangkis yang baik. Dengan lolosnya Sofy dan Reza masuk Pelatnas menurut Natsir telah menunjukkan bahwa atlet bulutangkis dari Gowa bukan kaleng-kaleng.
Natsir pun semakin yakin pembinaan atlet usia muda di Gowa akan semakin meluas hingga di klub-klub kecamatan sehingga bibit atlet hebat di masa datang semakin bertambah di Gowa.
Natsir yang juga Wakil Ketua I di kepengurusan PBSI Sulsel ini mengaku perjalanannya dapat ridha sang pencipta sebab langsung terbang ke Jakarta untuk memberikan spirit kepada empat atlet Sulsel yang bertanding di Seleknas tersebut dan hasilnya dua atletnya Gowa langsung masuk Pelatnas.
Terpisah, Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Pengkab PBSI Gowa dan juga ketua bidang yang sama di Pengprov Sulsel Andi Tancung mengatakan pada laga terakhir di final, Sofy bersama Fatasya berhasil menumbangkan pertahanan sesama provinsinya yakni Sintia Dewi Yuliani dan Selli Lin pada partai ganda putri dewasa.
”Saya betul-betul takjub dan dibuat terperangah dengan ulah di monster manis asal Sanrangan Gowa ini. Dari awal memang saya sudah yakin seratus persen. Bahkan ketika Sofy cedera kaki pun saya tidak patah semangat. Karena saya melihat garangnya Sofy di lapangan sangat menjanjikan. Betul-betul monster anakku yang satu ini,” aku Andi Tancung yang mendampingi empat atlet asal Sulsel yang terpilih masuk Seleknas sejak 10 sampai 15 Januari 2022.
Sementara itu, Reza Al Fajri, si jangkung kelahiran Polongbangkeng yang baru memenangkan tunggal putra melawan atlet Banten mengaku tak menyangka saja dirinya bisa juara. Reza mengaku sempat nervous di set pertama namun pada set berikutnya dia sudah bisa menguasai dirinya dan kemudian mampu bermain tenang. Masuk ke Pelatnas, Reza mengaku sangat senang.
”Persiapan saya sebelum tanding di final adalah jaga stamina dan pola makan. Dan bagi saya bisa masuk ke Pelatnas ini adalah impian saya. Dan di Pelatnas nanti saya tentu bisa melangkah ke event internasional,” ucap Reza melalui rekaman video dari GOR Pelatnas Cipayung Jakarta. (sar)

