MAKASSAR, BKM–Dua calon Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulsel telah menjalani uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper tes dari tim 3 Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat yang dipimpin Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) Sekjen Teuku Riefky Harsya, dan Ketua BPOKK Herman Khaeron
melalui virtual, Rabu (26/1).
Keduanya yakni Ni’matullah Erbe alias Ulla dan Ilham Arief Sirajuddin (IAS).
Ulla menyampaikan ada tiga program utama manakala mendapat amanah sebagai Ketua DPD Demokrat Sulsel. “Pemaparan saya itu 24 halaman dikasih kesempatan 15 menit untuk memaparkan, namun saya ambil waktu hampir 28 menit karena pemaparan saya bagus jadi dia tidak potong,”ujar Ulla-panggilan akrab Ni’matullah Erbe, Rabu (26/1).
Program yang pertama akan melaksanakan rekrutmen dini caleg dengan nama program bangkit bersama. “Jadi saya jelaskan ini bukan sekadar nama, ini substansi ketua umum bahwa menjadi caleg itu bukan urusan pribadi semata, namun itu adalah bagian dari bagaimana kita sebagai sebuah partai bangkit secara bersama-sama,”jelasnya.
Program yang kedua adalah karena Pilkada ini 24 Kabupaten serentak dengan pilgub, maka sejak awal Ni’matullah akan membentuk desk Pilkada yang dikomandoi ketua Bapilu yang nanti dipilih. “Karena kita mau melakukan identifikasi awal kandidat-kandidat yang layak kita usung nanti. Hal ni penting karena kaitannya dengan pileg dan pemilu,”ucap Ulla.
Ni’matulah yang juga Wakil Ketua DPRD Sulsel ini juga akan bicara kepada calon-calon bupati agar dapat membantu meraih suara dan kursi, “Bupati perlu membantu kita tambah kursi, karena kursi itu nanti akan dia pakai untuk pileg,”urainya.
Dan program yang ketiga adalah persiapan agar AHY menuju pilpres. “Itu menjadi program prioritas saya sampai tahun 2024. Saya akan tunjuk penanggung jawab khusus terkait program itu. Dan orang itu tidak akan menjadi caleg supaya dia bisa fokus dan tidak urusan lain kecuali mengurus pilpres,”beber Ulla.
Untuk itu, jika DPP menunjuk Ulla kembali sebagai ketua DPD, maka saat pelantikan dirinya sebagai ketua DPD langsung launching tiga program utama tersebut.
“Target pilkada minimal 50 persen dari 24 kabupaten kota, untuk pilek kita wajib menambah kursi untuk DPR RI, dan DPRD Provinsi. Kita juga berusaha mengembalikan kursi kita yang hilang,”pungkas Ulla yang juga Presidium KAHMI Sulsel ini.
Adapun IAS, mengungkapkan bila dirinya akan menyiapkan sekretariat baru yang representatif jika kelak diberi amanah memimpin partai berlambang bintang mercy. “Ketika kami diberikan amanah sebagai Ketua Demokrat Sulsel, akan kami siapkan kantor partai yang representatif dan akan menjadi milik Partai Demokrat Sulsel,”ujar mantan Wali Kota Makassar dua periode itu.
Tidak tanggung-tanggung, sekretariat atau kantor yang disiapkan IAS terletak di pusat Kota Makassar. Lokasi persisnya di Jalan Penghibur, tepat di depan Pantai Losari, salah satu ikon Kota Daeng. Kehadiran sekretariat Demokrat di lokasi keramaian itu diharapkan membuat partai ini bisa semakin dikenal dan dipercaya masyarakat.
“Sekretariat atau kantor yang akan kami siapkan terletak di pusat Kota Makassar, di depan Pantai Losari. Sebagaimana kita ketahui, Pantai Losari adalah jantung kehidupan dan kegiatan masyarakat yang saban hari akan dilewati ribuan orang di depan sekretariat itu. Insya Allah, dari situ kekaguman dan kepercayaan akan kembali ke Partai Demokrat Sulsel,” papar penerima Bintang Jasa Utama itu.
Pengadaan sekretariat merupakan satu dari sedikit program kerja yang digagas IAS dalam upaya mengembalikan kejayaan Demokrat Sulsel. Hal itu masuk dalam program struktural partai lengkap dan terkonsolidasi baik. Dalam program tersebut, salah satunya berfokus pada konsolidasi organisasi partai, baik konsolidasi administrasi maupun konsolidasi sarana dan prasarana, termasuk pengadaan sekretariat.
Pada kesempatan itu, IAS juga memaparkan visi besarnya yakni ‘Semangat Baru Demokrat, Menuju Partai Demokrat Terbuka, Modern, Adaptif, dan Relevan’. Visi itu lantas dituangkan dalam 8 misi alias program kerja. Mulai dari penguatan SDM atau kader, pengabdian kepada masyarakat, hingga pemenangan AHY di Pilpres 2024 dan kader Demokrat di Pilkada 2024.
Uji kepatutan terhadap Ulla mendapat apresiasi dari AHY. “Saya senang sekali dengan pemaparan Pak Ulla. Saya menyampaikan apresiasi karena ini pemaparan yang sangat lengkap, detail, jelas benang merahnya, sehingga saya bisa menangkap objektivitasnya,”ujar AHY.
Lebih dari itu, lanjutnya, pemaparannya sangat realistis. Jadi, tampak sekali bahwa itu bisa dilaksanakan.
Apresiasi kedua disampaikan AHY terkait statemen kunci dari Ulla. “Meski terlihat sederhana, tapi sikap dan pernyataan gentlement seperti ini sudah langka. Saya apresiasi itu,”pungkas AHY. (rif)

