MAKASSAR, BKM — Ratusan pengemudi Ojek Online (Ojol) mengepung salah satu hotel yang terletak di Jalan M Jusuf. Mereka meminta klarifikasi kepada pihak hotel atas insiden pemukulan yang dilakukan oknum Sekuriti di hotel tersebut terhadap salah seorang pengemudi Ojol.
Situasi kedatangan pengemudi Ojol ini sempat menuai keributan lantaran pihak hotel enggan menemuinya. Namun aksi keributan itu berhasil dibubarkan aparat kepolisian dan TNI yang melakukan pengamanan. Sehingga insiden itu tidak menimbulkan bentrokan.
Menurut Ucok yang merupakan Satgas Pengemudi Ojol, kedatangannya bersama ratusan rekannya untuk mengklarifikasi atas informasi yang diterimanya. Dimana menyebutkan bahwa salah seorang rekannya menjadi korban penganiayaan dilakukan oknum sekuriti di hotel tersebut.
”Kedatangan kami hanya ingin mengklarifikasi atas dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum sekuriti hotel. Nah, itu kami lakukan agar mengetahui kebenarannya. Apa betul atau tidak. Karena kami belum mengetahui pasti,” tegas Ucok, Rabu (2/2).
Sementara pihak hotel membantah jika terjadi penganiayaan terhadap seorang pengemudi Ojol yang dilakukan seorang sekuriti di hotelnya.
”Tidak ada pemukulan dilakukan seorang sekuriti kami terhadap seorang Ojol. Namun dari informasi kejadian itu yang kami terima, kejadian itu bermula disaat seorang pengemudi Ojol sedang berada di depan lobby. Lalu salah satu karyawan kami meminta dia pindah. Dan pengemudi Ojol itu tidak pindah. Sehingga sekuriti lagi meminta untuk pindah. Disaat itulah terjadi perselisihan. Tapi tak ada penganiayaan dilakukan sekuriti,” ujar Binsar dari pihak hotel tersebut. (ish/b)

