JENEPONTO, BKM — Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar menghadiri diseminasi joint research pembangunan inklusif Kabupaten Jeneponto, di ruang pola Panrannuangta, Kamis (3/2). Diseminasi hasil riset berjudul optimalisasi potensi daerah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan: studi kasus Kabupaten Jeneponto diinisiasi Bank Indonesia bersama LPPM Universitas Hasanuddin.
Diketahui, diseminasi hasil riset tersebut diproyeksikan sebagai wujud sinergi dan kepedulian terhadap daerah Kabupaten Jeneponto dalam hal meningkatkan daya saing serta potensi sumber daya alam yang ada.
Sebagai daerah multipotensi, Kabupaten Jeneponto terdiri dari 11 kecamatan dan 113 desa/kelurahan, memiliki luas wilayah sekitar 749,79 kilometer persegi. Jeneponto berbatasan Kabupaten Takalar, Gowa, Bantaeng, dan Laut Flores dengan potensi sumber daya alam yang menjanjikan
Dibagian pesisir terbentang laut dengan panjang garis pantai mencapai 114 kilometer. Garis pantai yang cukup panjang ini, mempunyai potensi produksi perikanan, kelautan, budi daya rumput laut, dan industri garam.
Wilayah dataran rendah memiliki areal persawahan luas, sektor pertanian, peternakan, home industri, perdagangan, energi dan potensi lainnya. Wilayah pegunungan Jeneponto punya potensi perkebunan, kopi, coklat, hortikultura, sayuran, dan tanaman pangan lainnya
Belum lagi sektor industri dan energi terbarukan. Selain telah terbangunnya PLTU Punagayya sebagai penyuplai sumber daya listrik terbesar di Sulawesi Selatan, Kabupaten Jeneponto juga memiliki energi angin yang ditandai dengan hadirnya Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Tolo.
Bupati Jeneponto, H Iksan Iskandar menyambut baik kegiatan diseminasi hasil riset yang dilakukan Bank Indonesia dan LPPM Universitas Hasanuddin. Bupati dua periode itu mengaku berbangga dengan adanya riset bersama yang nantinya dapat menjadi pedoman atau road maps dalam mengoptimalkan berbagai potensi daerah
”Alhamdulillah, hasil dari kegiatan ini dapat menjadi pedoman untuk merumuskan kebijakan hasil berbasis riset,” ujar Iksan Iskandar. (rls)

