PANGKEP, BKM — Sebanyak 3.000 bibit pohon mangrove ditanam di pesisir Pulau Kapoposang, wilayah Kecamatan Liukang Tupabbiring, Kabupaten Pangkep. Penanaman pohon penahan ombak ini dilakukan dua hari sejak Senin (21/3) hingga Selasa (22/3), diprakarsai kelompok pemuda yang bergabung dalam komunitas Milenial Peduli Sulsel (MPS).
Aksi peremajaan pesisir pantai ini dilakukan MPS Sulsel bekerjasama Dinas Kelautan Pangkajene dan Kepulauan serta Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulsel.
Ketua MPS Sulsel, Hasrul A Rajab, kepada BKM via WhatsApp, Selasa siang (22/3), mengatakan, kegiatan tanam mangrove ini merupakan program sosial MPS, selain melakukan operasi pasar (OP) minyak goreng murah yang selama ini dilakukan komunitasnya.
”Jadi ada 3.000 bibit mangrove kita tanam di pesisir pantai Pulau Kapoposang Kabupaten Pangkep ini. Kami bekerjasama Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sulsel serta Dinas Kelautan Pangkajene Kepulauan. Kegiatan tanam ini kita lakukan sore hari. Selain anggota komunitas MPS, kami juga galang para pelajar di pulau untuk menanam tanaman penahan ombak,” kata Hasrul.
Dikatakan Hasrul, kegiatan tanam mangrove dengan mengajak para murid sekolah dasar sebagai bentuk kepedulian MPS memberikan edukasi awal kepada anak-anak agar paham kenapa mangrove penting ditanam dan apa manfaat dan fungsinya.
Sementara itu, Kasie Pengawasan dan Pengendalian SDKP Cabang Dinas Kelautan Pangkajene dan Kepulauan, Aron, mengatakan, upaya peremajaan pesisir pantai ini merupakan hal positif dan sangat penting dilakukan.
Sejauh ini aku Aron, kondisi pesisir pantai kerap mengalami abrasi. Ombak besar kadang menerpa, sehingga abrasi pun terjadi. ”Dengan adanya peremajaan di pesisir ini akan sangat bagus sekali. Manfaat dan fungsi adanya mangrove akan memberikan dampak baik bagi kehidupan biota dan ekosistem sekitarnya. Juga berdampak baik bagi para penduduk yang bermukim di wilayah pesisir. Dan kenapa kami ikutkan anak-anak sekolah? Sebab ini menjadi edukasi bagi mereka dari dini agar tahu apa itu mangrove, apa manfaat dan fungsinya bagi kehidupan manusia. Selain itu kita mengajak anak-anak ini untuk cintai lingkungannya,” jelas Aron. (rls)

