MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Makassar, akan memasang empat Closed Circuit Television atau CCTV di wilayah utara kota, yakni di Kecamatan Tallo dan Ujung Tanah.
Pemasangan CCTV tersebut, menurut Kepala Dinas Kominfo Makassar, Mahyuddin, sebagai tindak lanjut dari instruksi Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Danny Pomanto yang meminta agar di lokasi-lokasi rawan terjadi perang kelompok untuk dipasangi CCTV.
“Kami telah mengusulkan penambahan CCTV tahun ini. Khusus untuk di wilayah Utara Makassar, tepatnya di lokasi yang rawan pecah perang kelompok, ada empat kamera pengawas yang akan masuk tender di LPSE,” ungkapnya, Selasa (29/3).
Dia menyampaikan, pengusulan kamera pengawas di utara kota merupakan upaya meminimalisir terjadinya perang antar kelompok. Apalagi, kawasan di sana menjadi daerah yang kerap adanya aksi perang kelompok.
“Kita tidak ingin ada lagi perang dan dengan CCTV ini bisa dengan cepat RT/RW atau bahkan kepolisian melerai jika ada indikasi melalui kamera pengawas yang kita pasang,” tukasnya.
Terkait anggaran, kata mantan camat Biringkanaya ini, pihaknya belum bisa menentukan secara detail tiap CCTV. Sebab, masih akan dilakukan kajian dalam perencanaan dan disesuaikan dengan kebutuhan jaringan.
“Insyaallah, tahun ini kita bisa realisasikan pengadaan empat unit CCTV,” pungkasnya.
Sebelumnya, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto
merencanakan pemasangan CCTV di Kelurahan Cambayya, Pattingalloang, Gusung, dan Camba Berua.
Pemasangan CCTV di empat wilayah tersebut karena sudah hampir dua tahun, hampir bersamaan dengan terjadinya pandemi covid-19, perang kelompok nyaris setiap hari terjadi di wilayah tersebut.
Selain memasang CCTV, Danny juga akan memasang lampu untuk menerangi wilayah-wilayah yang rawan dijadikan lokasi perang di sana.
Tawuran atau perang kelompok yang terjadi di wilayah Utara Kota Makassar tersebut memang sudah sangat meresahkan.
Tak terhitung lagi kerugian diderita warga yang bermukim di sana. Mulai dari rumah yang rusak, tidak nyaman, dan lainnya, termasuk sudah banyak korban jiwa. (rhm)

