MAKASSAR, BKM — Lembaga Penelitian Mahasiswa (LPM) Penalaran Universitas Negeri Makassar (UNM) baru saja menggelar seminar proposal penelitian eksternal lembaga. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja Divisi Penelitian dan Pengembangan (Litbang). Proposal tersebut merupakan gagasan dan ide kreatif dari seluruh Staf Divisi Litbang, serta menjadi hal yang wajib dilakukan oleh mereka.
Terdapat empat proposal yang berhasil diseminarkan pada Sabtu, 21 Mei 2022 di Sekolah Dasar Islam Terpadu Khalifah Islamic School of Indonesia. Terdiri dari tiga skim yakni sains, sosial dan pendidikan. Kegiatan ini dihadiri oleh penanggap ahli, anggota serta alumni LPM Penalaran UNM.
Judul proposal penelitian yang diseminarkan, yakni Formulasi Daun Mangrove Rhizophora Mucronatadan Gel Aloe Vera sebagai Bahan Dasar Pembuatan Paper Soap; Efektivitas Mindfulness Menurunkan Kecemasan Konsumen dalam Berbelanja Online di Masa Pandemi Covid-19; Analisis Penerapan Mitologi Suku Kajang dalam Konservasi Alam; serta Pengembangan Papan Faktorisasi Berbasis Braille dalam Meningkatkan Efektivitas Pengerjaan Soal KPK dan FBP Siswa Tunanetra SLB-A Yapti Makassar.
Sahrul Alam selaku Ketua Divisi Litbang LPM Penalaran UNM, mengatakan bahwa proposal yang berhasil diseminarkan yang telah melewati beberapa tahapan seperti penentuan ide, Pengajuan TOR proposal dan penyusunan proposal setiap tahapan yang dilalui oleh tim peneliti memiliki tantangan tersendiri yang sangat menguras tenaga, pikiran dan dibutuhkan ketekunan, serta semangat yang besar untuk melaluinya.
“Saya sangat mengapresiasi seluruh tim penelitian atas apa yang telah mereka kerjakan dan tanggapan, serta masukan yang didapatkan pada seminar ini juga sangat membantu tim peneliti untuk memperbaiki dan mengarahkan setiap proses tahapan penelitian yang akan mereka laksanakan. Juga melengkapi apa yang dianggap kurang oleh penanggap ahli,” ujar Sahrul Alam.
Ketua Umum LPM Penalaran UNM tahun 2022 Adil Awal, berharap dengan terlaksananya seminar proposal ini, tim peneliti dapat menerima segala masukan dari penanggap ahli dan menjadikan kegiatan ini sebagai langkah awal untuk memberikan hasil penelitian yang bermanfaat bagi lembaga serta masyarakat luas. (rls)

