MAKASSSAR, BKM — Penulisan karya tulis ilmiah (KTI) bagi guru di semua jenjang pendidikan merupakan suatu keharusan, bahkan dapat dikatakan sebagai kewajiban. Terutama terkait dengan peningkatan karier jabatan fungsional. Karena itu, pelatihan dan pengembangan KTI di kalangan guru dapat dipandang sebagai kebutuhan yang berkelanjutan demi peningkatan karier dan keilmuannya.
Dari hasil penelusuran di berbagai kesempatan berinteraksi dengan para guru, diperoleh fakta bahwa masih banyak guru mengalami kendala dalam penulisan KTI. KTI masih dianggap penghambat dalam pengisian Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK). Kendala yang sama juga dialami para guru SMP Negeri 3 Kabupaten Majene.
Pelaksanaan kegiatan terpadu Pengabdian kepada Masyarakat Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar (PKM PPs UNM) angkatan ke-3 di Kabupaten Majene sebagai alternatif mengatasi kendala guru menulis KTI. PKM Pelatihan dan Pengembangan Menulis Karya Ilmiah bagi Guru-guru di SMP Negeri 3 Kabupaten Majene yang dilaksanakan oleh Prof.Dr. Hamzah Upu, M.Ed., merupakan solusi untuk mencari jalan pemecahan bagi kebutuhan guru di lapangan.

Hal itu sejalan dengan pesan Rektor UNM, Prof.Dr.Ir. H. Husain Syam,M.TP., IPU, Asean.Eng., seperti disampaikan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), Prof.Dr.Ir. Bakhrani Rauf, M.T., IPU ketika membuka kegiatan di Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga Kabupaten Majene, Sabtu (28/5).
Rektor UNM memberi amanah kepada para pengabdi LP2M yang tergabung dalam Tim Terpadu PKM PPs UNM agar datang dan hadir di lokasi pengabdian untuk memberi solusi sehingga kehidupan masyarakat dapat unggul, maju, dan sejahtera.
Dalam pelatihan ini, Ketua Prodi S-3/S-2 Pendidikan Matematika PPs UNM memaparkan materi, yaitu paradigma penelitian, perumusan masalah penelitian, kajian teoretik, alasan penolakan KTI, instrumen penelitian, data penelitian, dan perumusan hipotesis. Selain itu, disampaikan format dan gaya selingkung KTI.
Metode pelatihan menggunakan teknik ceramah, tanya-jawab, diskusi, latihan, dan penugasan. Teknik ceramah, tanya jawab, diskusi, dan latihan berlangsung secara luring atau tatap muka. Sedangkan penugasan dilakukan secara online dengan memanfaatkan media sosial.
Menurut alumni S-2 Deakin University Melbourne Australia yang juga diberi amanah sebagai anggota Tim Gubernur Percepatan Pembangunan (TGPP) di Bidang Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan ini, para peserta merasa senang dan mengapresiasi kegiatan pelatihan menulis KTI.
”Pada umumnya, para guru masih mengharapkan bimbingan para guru besar dan dosen UNM untuk datang ke Kabupaten Majene melatih para guru agar kompetensi pengetahuan dan keterampilannya dapat meningkat,” ujarnya. (rls)

