pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Politisi Bersaing Pimpin FKPPI Sulsel Hingga Dead Lock

Andi Haris: Dalam Politik Semua Bisa Terjadi

MAKASSAR, BKM–Sejumlah politisi tidak hanya bersaing dalam kontestasi pemilu legislatif (pileg) maupun pemilihan kepala daerah (pilkada), namun para politisi tersebut juga ikut bersaing untuk memimpin organisasi sosial kemasyarakatan (Ormas) maupun organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP).

Banyak Ormas maupun OKP telah dipegang oleh para politisi diantaranya Adnan Purichta Ichsan yang menjabat sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Sulsel. Adnan juga telah terpilih secara aklamasi sebagai ketua organisasi radio amatir republik indonesia (Orari) Sulsel.
Mantan Wali Kota Makassar dua periode Ilham Arief Sirajuddin (IAS) memimpin Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPP) Sulsel serta menjabat sebagai Ketua radio antar penduduk Indonesia (RAPI) Daerah Sulsel.
Tak hanya itu, Ketua DPD Partai Gerindra Sulsel Andi Iwan Darmawan Aras juga memimpin kamar dagang dan industri (Kadin) Sulsel yang ditinggalkan politisi Golkar Zulkarnain Arief.

Ketua DPW Nasdem Sulsel Rusdi Masse juga mendapat amanah memimpin Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sulsel. Adapun Ketua DPD I Golkar Sulsel Taufan Pawe juga menjabat sebagai Ketua musyawarah kekeluargaan gotong royong (MKGR) Sulsel.
Kali ini forum komunikasi putra putri polri (FKPPI) Sulsel telah menggelar musyawarah daerah (musda) Minggu (12/6). Hanya saja musda FKPPI Sulsel tidak menghasilkan ketua terpilih. Sedikitnya empat tokoh ikut besaing untuk mendapat mandat dari peserta musda. Keempatnya yakni politisi Nasdem Tenri Olle Yasin Limpo, politisi Golkar Erna Rasyid Taufan Pawe, Bupati Gowa Adnan Purichta hingga mantan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman.
Persaingan di musda PKPPI berakhir deadlock Minggu (12/6) sore kemarin sehingga gagal mendapat pengganti dari Syahrul Yasin Limpo. Musda ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Ketua Umum FKPPI Pontjo Sutowo bahkan telah meninggalkan Makassar usai tanpa keputusan.
Demisioner Plt Ketua PD FKPPI Sulsel Suwandi Mahendra membenar kabar deadlock ini.
“Musda berakhir. Waktu sudah lewat, ada dinamika berkembang sehingga sidang diskorsing untuk dilanjutkan kesempatan berikutnya, waktunya yang belum ditentukan. Karena permasalahan belum selesai,” kata Suwandi saat dihubungi, Senin (13/6).
Suwandi mengatakan, kepengurusan PD FKPPI Sulsel sudah berakhir. Statusnya kini sudah demisioner. Kelanjutkan Musda X FKPPI Sulsel kini diambil alih oleh pengurus pusat.
Suwandi membatah tudingan sejumlah cabang atas adanya peserta gelap dari Maros dan Barru. Ia beralasan delegasi dari Maros dan Barru sudah sah.

“Dia mewakili daerah masing-masing, ada yang mewakili Maros dan Barru. Jadi sudah sah,” kata Suwandi.
Awalnya Sekretaris FKPPI Parepare Tommy Sunarto mendorong Erna Rasyid maju memimpin FKPPI Sulsel. Saat ini Erna menjabat Ketua FKPPI Parepare.
“Erna Rasyid punya relasi 20 organisasi. Ini menjadi modal. Erna turut punya banyak pengalaman, termasuk penulis buku,” kata Tommy.

Tommy meyakini Erna Rasyid punya kapasitas memimpin dan membesarkan FKPPI Sulsel ke depan.
“Eksistensi organisasi itu identitas utamanya adalah seragam. Kemudian tugas pemimpin baru yakni meningkatkan kesejahteraan anggota melalui program ekonomi koperasi pendidikan dan kesehatan,” katanya. Sebelumnya, 16 pengurus cabang (PC) FKPPI kabupaten/kota menolak musda dilanjutkan lantaran adanya dugaan muncul peserta gelap.
Ketua PC Gowa Andi Sura Suaib menilai, gelaran musda ini sudah tidak sejalan dengan AR/ART. Penggantian sepihak Ketua PC baginya telah melanggar mekanisme dan AD/ART.

“Kita tidak ingin lagi melanjutkan musda karena PD secara sepihak mengganti dua ketua pengurus cabang. Ada peserta gelap dalam forum ini,” katanya.
Hal sama dilontarkan Ketua PC FKPPI Luwu Andi Mudzakkar. Mantan Bupati Luwu itu mengungkapkan tidak mendapat undangan gelaran Musda X.

“Sampai hari ini dek, saya tidak pernah mendapat undangan musda. Jadi sebaiknya musda dihelat ulang agar berjalan sesuai prosedur organisasi,” kata Andi Muzakkar.
Pengamat politik Dr Andi Haris mengemukakan bila dalam politik semua bisa terjadi, tapi untuk kasus FKPPI belum tentu terkait dengan adanya persaingan diantara politisi partai karena bisa jadi deadlock musda tersebut disebabkan karena adanya perbedaan pendapat para peserta musda
“Jadi deadlock musda FKPPI lebih disebabkan karena ada perbedaan pendapat tentang suatu hal yang tidak ada hubungannya dengan parpol,”ujar Dr Andi Haris, Senin (13/6) kemarin. (jun/rif)




×


Politisi Bersaing Pimpin FKPPI Sulsel Hingga Dead Lock

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link