MAKASSAR, BKM — Pemerintah pusat berencana akan menghapus minyak goreng curah dari peredaran. Nantinya, minyak goreng minimal akan dikemas dengan kemasan sederhana. Penghapusan minyak goreng curah ini akan dilakukan secara bertahap.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perdagangan Sulsel, Ashari Fakhrisie Radjamilo, mengatakan, mendukung kebijakan pemerintah untuk melakukan penghapusan minyak goreng curah yang akan dialihkan ke minyak goreng kemasan.
Pasalnya, ia menilai kebijakan tersebut akan memberi dampak yang bagus untuk masyarakat, dimana minyak yang akan dikonsumsinya akan lebih higienis.
“Kalau seandainya pemerintah akan menghapuskan itu melalui menteri, saya selaku kepala dinas perdagangan akan mendukung keputusan pemerintah. Karena kan yang pertama dampak yang akan kita rasakan, masyarakat akan semakin sehat untuk mengkonsumsinya, walaupun sekarang curah sehat tetapi kan lebih higienis lagi,” ungkapnya, Rabu (15/6).
Ashari menambahkan, wacana penghapusan minyak goreng curah bukan merupakan hal yang baru.
Diektahui, sebelumnya Kementerian Perdagangan menghapus minyak goreng curah mulai 1 Januari 2022 pada tahun lalu, namun kebijakan itu dibatalkan.
“Sekarang yang ada itu minyak goreng kemasan dan minyak goreng curah. Wacana tentang penghapusan minyak goreng curah ini sudah ada dari dulu, tetapi terhapus dengan sendiri entah karena apa,” terangnya.
Lebih lanjut, Ashari menilai kebijakan tersebut nantinya tidak akan memberatkan masyarakat. Apalagi, pastinya pemerintah akan mempertimbangankan sebaik-baiknya.
“Kami yakin bahwa tidak akan mungkin pemerintah akan melambungkan harga. Pastikan tetap menyesuaikan harga yang ada dipasar. Karena tidak akan mungkin pemerintah akan menaikkan sesuatu yang akan didapatkan masyarakat,” ujarnya.
Sehingga, ia berharap dengan adanya kebijakan tersebut dapat membuat ketersediaan minyak goreng dipasaran tetap terjaga.
“Jadi bisa akan diatur baik-baik menyangkut kebijakan harga dan kita tunggu saja dulu ini. Karena kan masih wacana. Kami yakin pemerintah akan mencari formulasi baru agar bagaimana minyak goreng tidak hilang lagi dipasaran. Kami berharap ini agar menjadi sesuatu yang bisa semakin mendorong ketersediaan stok minyak goreng yang ada dipasaran,” tutupnya. (jun)

