MAMUJU, BKM — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat tahun 2015 telah membangun sekolah penerbangan atau sekolah pilot. Namun hingga saat ini, sekolah tersebut belum berjalan sesuai harapan masyarakat di wilayah Sulbar.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishub Kominfo) Provinsi Sulbar, Haeruddin Anas menyampaikan, sekolah penerbangan Sulbar masih terkendala masalah anggaran. Setiap siswa di sekolah penerbangan itu membutuhkan anggaran hingga Rp 850 juta hingga selesai. Keberadaan sekolah penerbangan tersebut telah digagas Pemprov Sulbar. ”Jadi kendalanya itu di pembiayaan yang sangat besar. Karena setiap siswa harus dibiayai Rp850 juta hingga mendapatkan sertifikat dan siswa itu bisa langsung membawa pesawat. Kita mau siswa yang disekolahkan bisa langsung membawa pesawat,” ungkap Haeruddin Anas.
Untuk itu, Pemprov Sulbar telah meminta kepada semua kabupaten untuk mengirimkan siswa masuk ke sekolah penerbangan dan dapat dianggarkan dalam APBD. ”Solusinya meminta setiap kabupaten untuk membiayai siswa yang sekolah penerbangan. Kami juga telah mengeluarkan surat edaran kepada masing-masing provinsi untuk dapat mengikutkan siswa ke sekolah penerbangan. Dan Maluku sudah siap 4 orang tapi minimal peserta 15 siswa,” ungkapnya.
Mantan Kepala Biro Pemerintahan Pemprov Sulbar ini menjelaskan, pihaknya akan menyiapkan ruang kelas, asrama, tenaga pengajar, dan faslitas pendukung lainnya. Untuk sekolah penerbangan ini juga membutuhkan pesawat latih minimal 4 atau 5 pesawat. (ala/mir/c)
Pembangunan Sekolah Penerbangan Belum Jelas
×

