MAKASSAR, BKM — Seorang pria bernama Bartolomeus Sebastian Ronig (15), warga Jalan Kakatua, Selasa sore (28/6), ditemukan tewas tenggelam di pesisir Center Point of Indonesia (CPI) kawasan Citraland SC Seve 8, Jalan Metro Tanjung Bunga.
Saksi mata di Tempat Kejadian Perkara (TKP) bernama Suardi (34), sekuriti di CPI berdomisili di Jalan Paggantungang, Kelurahan Tamarunang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa bersama saksi lain bernama Afrisal (24), juga sekuriti berdomisili di Biring Balang, Desa Julukanaya, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, dimintai keterangan oleh petugas.
Saksi di depan anggota kepolisian, mengungkapkan, sekitar pukul 16.00 Wita saksi sedang melakukan patroli di sekitar area kawasan CPI (Citraland SC cove 8) bersama temannya Afrisal. Sementara saksi melakukan patroli, saksi mendengar suara orang minta tolong di sekitar pinggir pantai.
Kemudian saksi berteman mendekati sumber suara dan kemudian melihat seorang pria tenggelam sekitar 3 meter dari tepi pantai dengan kedalaman sekitar 10 meter. Kemudian saksi 1 bersama saksi 2 mencari alat dan berusaha menolong korban. Namun saat korban berhasil dievakuasi saksi, nyawa korban sudah tidak dapat tertolong atau meninggal dunia.
Saksi lain juga mengemukakan, saat itu saksi sementara melakukan patroli kemudian mendengar suara orang minta tolong. Sehingga saksi mendekati sumber suara minta tolong. Saksi kemudian melihat seorang tenggelam. Sehingga saksi mencari bambu dengan maksud menolong korban. Saat korban berhasil dinaikkan di tepi pantai, saksi melihat korban sudah tidak bergerak dan mengeluarkan busa di mulut korban.
Anggota jaga Polsek Tamalate mendapatkan informasi dari sekuriti kawasan CPI bahwa telah terjadi orang tenggelam di Kawasan CPI (Citraland SC cove 8) dan kemudian mendatangi TKP. Tim gabungan piket fungsi Polsek Tamalate tiba di TKP dipimpin Kanit Samapta, Iptu H Arifuddin dan kemudian Pulbaket (pengumpulan bahan keterangan).
Tak lama kemudian, tim Inafis Polrestabes Makassar tiba di TKP dipimpin Aipda Abd Jabbar kemudian melakukan olah TKP. Selanjutnya, tim Dokpol Polda Sulsel tiba di TKP dipimpin Aipda Sultan dan langsung melakukan pemeriksaan.
Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Lando KS, mengemukakan, ciri-ciri korban mengenakan pakaian baju kaos warna merah, celana panjang warna biru gelap, mengenakan kalung dengan manik berwarna merah, kuning, hijau, putih dengan tanda salib, dan terdapat luka lecet pada siku sebelah kanan, serta
pada mulut korban mengeluarkan busa.
Korban kemudian dibawa tim Dokpol Polda Sulsel ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Berdasarkan fakta-fakta tersebut, untuk sementara dapat disimpulkan bahwa kemungkinan korban terpeleset dari bebatuan yang licin, kemudian terjatuh ke laut.
”Kemungkinan besar korban tidak bisa berenang. Sehingga saat terpeleset ke laut, korban tidak bisa menyelamatkan diri. Korban baru satu bulan tiba di Makassar dari Malaysia dalam rangka berobat karena ada kelainan di otak. Korban juga sementara berobat jalan di dokter ahli saraf. (jul)

