MAKASSAR, BKM.COM–Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Kecamatan Wonomuyo Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat menggelar event
kegiata Pelatihan Internasional Sekolah penggerak.
Kegiatan tersebut diikuti 36 guru
SMPN 2 Wonomulyo, berlangsung di SMP Negeri 2 Wonomulyo dari tanggal
27 Juni 2022 sampai 16 Juli 2022.
Kegiatan Pembukaan Sekolah Penggerak berlangsug 30 Juni 2022 lalu
dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Polewali
Mandar diwakili Abd. Haris Syahrir, Spd. Komite SMP Negeri 2
Wonomulyo, Fasilitor SMP Negeri 2 Wonomulyo dan ketua LSM bidang
pendidikan, Mustakim.
Kepala SMP Negeri 2 Wonomulyo Polewali Mandar, Amirullah, S.Pd., M.Pd.
ketika ditemui membenarkan kegiatan Pelatihan sekolah penggerak
tersebut berlagsung disekolahnya berupa pelatihan internal guru dan
pesertanya adalah para guru dalam lingkup SMPN 2 Wonomulyo sendiri dan
membahas kurikulum merdeka serta proses pelatihannya dinilai agak lama
mulai tanggal 27 Juni 2022 kemarin sampai dengan tanggal 16 Juli 2022.
Model pelatihannya dikatakan berupa pelatihan dibarengi tugas, lembar
kerja, tatap muka dan praktek lapangan, hasil pelatihan tersebut
kedepan akan dinilai kepala sekolah, apakah mereka dianggap sudah siap
membuat dan menyusun kurikulum operasional sekolah sebagai tujuan
dilaksanakannya kegiatan tersebut.
Prioitas pertama bagaimana para guru sebagai peserta dapat memahami
paradigma baru tentang kurikulum baru, kedua peserta dapat memahami
struktur kurikulum kemudian bagaimana mereka mesuppor kurikulum
tersebut dengan adanya capaian pembelajaran, semua itu disusun oleh
guru itu sendiri, sehngga guru tidak lagi seperti dulu bahwa semua
kompetensi diatur oleh pusat dan sekarang tidak, pusat tinggal
menyusun capaian pembelajaran, kalau dulu namanya Kompetensi Inti (KI)
sekarang guru yang membuat sillabusnya sendiri dari capaiannya tadi,
ucap Kepala SMPN 2 Wonomulyo.
Kepala SMPN 2 Wonomulyo, Amirullah, S.Pd., M.Pd. berharap kepada 36
guru yang mengikuti kegiatan ini, setelah mengikuti pelatihan
diharapkan, petama mereka mampu melaksanakan progam sekolah penggerak,
kedua programnya antara lain pelaksanaan rutinitasi kurikulum merdeka
mengajar dapat berjalan dengan baik, kemudian proyek penguatan profil
pelajar Pacasila dapat terlaksana dengan baik.(*)

