pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Pertumbuhan SMA dan SMK Lebihi Rasio

PASANGKAYU, BKM — Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada Senin 2 Mei, diperingati pemerintah kabupaten (Pemkab) Mamuju Utara (Matra) dalam seremoni upacara di halaman kantor bupati Matra. Bertindak sebagai inspektur upacara, Ketua DPRD Matra, Lukman Said. Hadir pula dalam kesempatan itu Sekkab Matra, M Natsir, para pimpinan SKPD, serta para pimpinan muspida.
Lukman Said mengharapkan, pada momentum Hardiknas ini bisa menjadi momentum evaluasi Pemkab Matra terhadap pembangunan dunia pendidikan di Matra. Khususnya dalam pembangunan infrastrukturnya. ”Jangan ada lagi anak didik yang melantai, jangan ada lagi sekolah yang rusak dan roboh, jangan ada lagi akses sekolah yang melintas sungai. Ini harus menjadi program prioritas pembangunan pendidikan di Matra,” imbuh ketua umum Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (Adkasi) ini.
Kata dia, ada tiga sektor pembangunan yang menjadi ukuran suatu daerah telah berhasil melakukan pembangunan, yakni bidang kesehatan, bidang infrastruktur, dan terkhusus bidang pendidikan. ”Sebagai legislator, kami juga sangat komitmen dalam hal pembangunan pendidikan ini. Karena disitulah karakter bangsa dibangun. Tapi lagi-lagi harus ada kesamaan persepsi dengan eksekutif. Sebab, walau legislatif menggebu untuk membangun pendidikan, tapi kalau eksekutifnya tidak demikian akan setengah mati juga,” lanjutnya.
Sekkab Matra, M Natsir, mengatakan, pembangunan dalam bidang pendidikan telah menjadi sektor prioritas wajib dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah. ”Pembangunan infrastruktur pendidikan saat ini pertumbuhannya sangat luar biasa. Pertumbuhan SMK dan SMA di Matra telah melebihi rasio sarana dan prasarana yang diharuskan pemerintah daerah,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disdikbudpora) Matra, Yunus Alsam, menyampaikan, dalam hal pembangunan infrastruktur sekolah khususnya ruang kelas baru (RKB) di Matra rata-rata sudah hampir memadai. Dimana, berdasarkan standar minimum pelayanan untuk tingkat SD sudah mencapai 109 persen dalam skala angka partisipasi kasar (APK), SMP 89 persen APK, SMK dan SMA sudah mencapai 80 persen APK.
”Yang masih agak kurang itu ditingkat PAUD. Meski dari segi APK berdasarkan kelembagaan sudah mencapai 87,96 persen, tetapi dari segi infrastruktur bangunannya itu masih sangat kurang,” jelasnya. (ala/mir/c)



×


Pertumbuhan SMA dan SMK Lebihi Rasio

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar