BELOPA, BKM — Bhabinkamtibmas Polsek Bajo Aiptu Fahmi layak menjadi contoh di wilayah Polres Luwu atas kreativitasnya melakukan pembinaan kepada warga binaanya. Apa yang dilakukannya selama ini meski terkesan sederhana bagi sebagian orang tapi memberikan arti yang sangat besar bagi warga binaannya.
Adalah F (14), warga Desa Rumaju, sejak diamankan di Mapolsek Bajo dalam kasus pencurian rumah kosong beberapa waktu lalu mendapat perhatian serius dari Bhabinkamtibmas. Aiptu Fahmi melakukan pendekatan melalui pembinaan rohani dan mental (human touch) agar bisa merubah karakter sang anak.
Data yang diterima Aipotui Fahmi menyebutkan F (14) warga Dusun Batu Desa Sampeang Kecamatan Bajo Luwu ini tinggal bersama neneknya M (70) sejak kecil. Ayah ibunya bercerai. Ibunya menikah lagi dan tinggal di Makassar. F memiliki seorang kakak kandung, tinggal bersama tantenya di Desa Rumaju.
Sementara Aiptu Fahmi dikenal warga binaannya karena kepribadiannya yang kerap membantu pondok dan warga yang tidak mampu dengan menyisihkan sedikit gajinya dan usaha sampingan berupa ternak sapi dan jualan bakso.
Saat ditemui BKM Aiptu Fahmi mengatakan ulah F yang kerap mencuri membuat warga sekitar marah, kesal bahkan hampir menghakiminya. F lalu diamankan dan diantar oleh keluarga ke Mapolsek Bajo agar dilakukan pembinaan.
“F dihukum dengan sujud taubat di depan Kantor Mapolsek. F menangis, menyatakan tidak akan mencuri lagi. Situasi ini menimbulkan rasa iba dan simpatik bagi Aipda Fahmi karena F yang masih dibawa umur dan butuh pembinaan,” terangnya.
“Sesuai arahan Kapolsek Bajo Ipda Sulfadly Rahman, tidak semua tersangka harus berakhir di meja hijau tapi bisa dilakukan upaya restorative justice lalu dilakukan pembinaan”, tambah Aiptu Fahmi, Selasa (7/11).
Dia menambahkan melalui pembinaan rohani dan mental, F diajak ke masjid setiap waktu shalat. Bahkan pada subuh hari F dijemput di Mapolsek Bajo kemudian sama-sama ke pondok untuk belajar mengaji.
“Selama lima hari dititip di Mapolsek Bajo. Saya berinisiatif memberikan makan pagi, siang dan malam karena keluarganya tidak pernah datang membawakannya makanan. Kondisi keluarga F kesulitan ekonomi dan dari kalangan orang kurang mampu,” tandasnya.
Tersangka F juga diketahui sudah putus sekolah saat masuk kelas enam SD.
“Saya fasilitasi F agar bersedia sekolah lagi ke SMP Pondok Pesantren Desa Saga Kecamatan Bajo Luwu. F harus mendapatkan pengetahuan agama agar dapat menjadi anak yang berguna bagi masyarakat, bangsa dan negara di kemudian hari,” tukas Aiptu Fahmi.
Kapolres Luwu AKBP Arisandi menuturkan apa yang dilakukan Bhabinkamtibmas Aiptu Fahmi merupakan upaya yang mulia. Semoga bernilai amal jariah untuknya. Aiptu Fahmi layak jadi contoh. (rls)

