MAKALE, BKM — Kasus gantung diri hingga tewas kembali terjadi di Kabupaten Tana Toraja. Kali ini, Selasa (17/1) menimpa seorang siswa SMK inisial AA (16).
Kapolsek Makale, AKP Martinus Pararuk bersama piket fungsi dan tim Inafis Polres Tana Toraja langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan olah kejadian perkara.
Menurut Kapolsek, korban AA ditemukan tewas gantung diri didalam kamarnya sekitar pukul 03.30 Wita di Sikuku’ Lingkungan Gorang, Kelurahan Sarira, Makale Utara. Diduga motif korban nekat bunuh diri (Mentuyo) karena persoalan asmara.
Saksi Ardesti Abigail Lobo’ di lokasi kejadian mengatakan, sebelum kejadian dirinya bersama korban sekitar pukul 02.00 Wita berada didalam kamar. Karena sudah mengantuk dirinya memilih tidur. Sekitar pukul 03.30 Wita, saksi bangun hendak mandi, dan kaget melihat korban tergantung diatas palang tiang rumah menggunakan dasi sekolah.
”Setengah sadar dan panik saya berteriak memanggil Yulius Ladang (62) ke kamarnya dan membuka jeratan dasi serta menurunkan korban bermaksud menyelamatkan korban. Namun tuhan berkehendak lain, nyawanya tak tertolong dan meninggal dunia,” ujar Ardesti. Keluarga korban melaporkan kejadian kasus ini ke Mapolsek Makale.
Kapolsek Makale, AKP Martinus Pararuk yang dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Sebelumnya, Kamis (5/1) kejadian serupa terjadi di rumah kos kampung Baru, Kelurahan Bombongan, Makale. Menurut Martinus bulan ini sudah ada dua kasus gantung diri hingga tewas di wilayah hukum Polsek Makale.
Di tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, kecuali luka lebam dileher korban bekas jeratan dasi, serta cairan keluar dari kelamin dan anus korban.
Orang tua korban AA menolak autopsi dan ikhlas menerima kejadian tersebut dan dibuktikan surat pernyataan menolak dilakukan autopsi. (gus/C)

