MAKASSAR, BKM — Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto sudah mencanangkan penanaman dua komoditi sebanyak satu juta polybag pada pekan lalu.Tidak hanya menanam, orang nomor satu Makassar itu menginstruksikan, proses pertumbuhan seluruh tanaman diawasi langsung, apakah tumbuh dengan baik atau tidak.
Untuk itu, dia memberi tugas khusus kepada Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kota Makassar melakukan pengawasan pertumbuhan tanaman.
Dikonfirmasi terkait hal itu, Kepala Balitbangda Makassar, Andi Bukti Djufri membentuk lima tim untuk terjun langsung dalam mengawasi salah satu program pengendali inflasi tersebut, apakah berjalan atau tidak.
“Kami bentuk lima tim. Setiap tim bertanggung jawab melakukan pengawasan di beberapa kecamatan. Mereka nanti akan turun melihat bagaimana progres penanaman cabai dan bawang merah di setiap lorong wisata,” ungkap Andi Bukti, Kamis (2/3).
Dia mengatakan, tim yang dibentuk itu akan melakukan monitoring, pemantauan, dan pengecekan terhadap bibit yang sudah ditanam.
Pihaknya akan membuat laporan monitoring dalam bentuk dashboard untuk dilaporkan saat wali kota atau wakil wali kota menggelar rakor terkait program ini.
Mantan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu itu mengemukakan bukan hanya pertumbuhan tanaman yang dimonitoring, pihaknya juga melakukan pemantauan terhadap pelibatan atau partisipasi sejumlah stakeholder terkait. Bagaimana keterlibatan pihak kelurahan, warga, dewan lorong, kelompok wanita tani, hingga warga.
“Pengawasan akan dilakukan per Minggu. Sementara pelaporannya per satu bulan,” ungkap Andi Bukti.
Sesuai dengan instruksi wali kota, bakal ada reward yang akan diberikan kepada setiap lorong wisata jika program tersebut berjalan baik di wilayah masing-masing.
Terpisah, Pakar Ekonomi Prof Marsuki DEA mengapresiasi capaian kinerja Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto dalam mengendalikan inflasi di kota Makassar.
Tercatat, tingkat inflasi Kota Makassar pada bulan Februari 2023 sebesar 5,81 persen atau menurun 0,12 persen dibandingkan dengan Januari tahun yang sama sebesar 5,93 persen.
Menurutnya, capaian itu tak lepas dari pengaruh positif berbagai kebijakan dan program yang dijalankan Danny Pomanto pada periode ke dua kepemimpinannya di Makassar. Baik itu program berkelanjutan seperti Lorong Wisata maupun program yang baru digagasnya saat ini seperti Ojol Day.
“Tentu saja pengaruh positif dari beberapa kebijakan-kebijakan Pemkot Makassar, termasuk kerja sama dengan TPID dan TPIN yang terus dilakukan para otoritas terkait,” sebutnya, Rabu, (1/3).
Marsuki menuturkan persoalan inflasi juga banyak dipengaruhi oleh perilaku konsumen dalam berkonsumsi yang terus meningkat selepas pandemi.
Termasuk faktor sisi penawaran yang terganggu akibat proses untuk produksi yang meningkat akibat tekanan harga-harga input produksi, biaya transportasi, dan biaya delivery.
Meski begitu, ia katakan ada tren perbaikan perkembangan beberapa indikator perekonomian utama yang membaik dan secara umum ada beberapa kabupaten/kota yang perkembangannya menakjubkan.
“Di antaranya dapat ditunjukkan oleh beberapa indikator berikut. Mereferensi data Kota Makassar yang tampaknya tumbuh lebih baik dibanding nasional dan Sulsel memang menunjukkan lebih tinggi. Kemudian dari sisi pertumbuhan pendapatan perkapita 8,36 persen dengan tingkat kemiskinan posisi terendah 4,58 dan IPM-nya tertinggi 83,12,” urainya.
Dia berharap Makassar sebagai ibu kota Sulsel terus berbenah agar apa yang dicapai pada periode 2022 akan lebih baik lagi pada 2023.
“Peluang terus ada selama beberapa program kerja dapat lebih terkoordinasi dan terarah sesuai rencana-rencana kerja yang sudah disusun,” pesannya.
Sebagaimana diketahui, tidak hanya pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang membaik tetapi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Makassar 2022 turut mencatat angka positif yakni 83,12 meningkat 0,46 persen dari IPM 2021 yaitu 82,66.
Wali Kota Danny Pomanto menyebutkan angka inflasi menurun karena berbagai program upaya pengendalian inflasi yang telah dilakukan Pemkot Makassar.
Dia menyebut, di antaranya maksimalisasi program Lorong Wisata, Ojol Day tiap Selasa, Operasi Pasar Murah, hingga yang baru saja diresmikan yakni penanaman komoditi bawang merah dan cabai dalam satu juta polybag di lorong-lorong.
Meski ia tak menampik bahwa Kota Makassar tidak bergantung pada satu sektor. Tetapi ada tiga sektor yang sangat dominan menopang perekonomian Kota Makassar; perdagangan, industri, dan konstruksi. (rhm)

