MALILI, BKM — DPRD Luwu Timur dan Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Dikparmudora) serta Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) melakukan studi banding di Kabupaten Gianyar dan Kabupaten Badung Provinsi Bali dalam rangka pengembangan wisata dan Usaha Kecil Menengah (UKM).
Wakil Ketua DPRD Luwu Timur, HM Siddiq BM, Andi Endy B Shin Go, Hendra Putra Hatta, Harisah Suharjo, Sukman Sadike, Idrus dan Munir Razak tarut hadir.
Pimpinan DPRD HM Siddiq BM mengakui studi banding dilakukan pertama di Kabupaten Gianyar Bali dan rombongan diterima Kepala Dinas Koperasi dan UKM I Wayan Suka Yasa dan Kepala bidang UKM, Nyoman Agus Sukarya yasa.
Wayan menjelaskan, Kabupaten APBD Gianyar telah ditopang oleh 1.184 Koperasi dan lebih dari 7.000 UKM yang tersebar di seluruh bagian kabupaten.
Untuk menyiasati pemberdayaan desa yang berpotensi wisata, seluruh SKPD kabupaten Gianyar di berikan tugas untuk membina bagian desa binaan yang berbeda dengan tujuan agar desa binaan menjadi lebih berdaya.
“Setiap jalan khususnya sekitar pasar Sukowati (Gianyar) tersebar UKM galeri seni ukir patung. Luwu Timur harus contoh itu apalagi dengan SDA Lutim yang kaya akan hutan,” ungkap Siddiq.
Di Kabupaten Badung, rombongan diterima, Kabid Sarana dan prasarana, Nyoman Suardana di kantor Dinas Pariwisata Daerah (Disparda). Dalam pertemuan itu, HM Siddiq BM juga mengutarakan kekaguman atas suksesnya Pemda badung dalam mengelola pariwisata Kabupaten Badung.
“Bali terkenal sampai ke mancanegara karena Kabupaten Badung sukses mengelola pariwisatanya,” ungkap Siddiq.
Sementara itu, Nyoman mengatakan, Badung terkenal dengan pantai kuta Balinya dan itu juga mampu membawa PAD yang cukup tinggi yakni mencapai triliunan rupiah. “dari pariwisata, 80 persen PAD kami bersumber dari THM (Tempat Hiburan Malam), Hotel dan Restauran,” ungkap Nyoman. (alp/C)
Diskoperindag Gelar Studi Banding
×

