pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Pemkot Mau Pakai Anggaran BTT Beli Air PDAM

BPBD Sudah Layani 10.813 KK, Diperoleh Secara Gratis

MAKASSAR, BKM — Makassar kini berstatus darurat kekeringan. Lima kecamatan di ibu kota Provinsi Sulsel ini mengalami krisis air bersih. Yakni Kecamatan Tallo, Ujung Tanah, Biringkayana, Tamalanrea, dan sebagian Panakkukang.
Karena statusnya darurat kekeringan, Pemkot Makassar menggelontorkan anggaran yang diambil dari Bantuan Tidak Terduga (BTT). Dana tersebut akan digunakan untuk pendistribusian air bersih ke daerah-daerah terdampak.
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) M Dakhlan menerangkan, untuk tahap pertama, BTT yang digelontorkan sekitar Rp800 juta. Anggaran tersebut diserahkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar yang menjadi leading sektor penanggulangan kekeringan.

Anggaran ratusan juta itu dialokasikan untuk biaya operasional pendistribusian air bersih selama 25 hingga 30 hari ke depan.
“Peruntukannya bagi biaya operasional, biaya makan minum sopir tangki maupun BBM. Karena mereka kan bertugas sampai malam,” kata Dakhlan saat ditemui di kantornya di Mal GTC Makassar, Jalan Metro Tanjung Bunga, Senin (11/9).
Dia melanjutkan, anggaran tersebut tidak menutup kemungkinan bakal ditambah kalau memang masih dibutuhkan. Apalagi berdasarkan perkirakan BMKG, kemarau ekstrem ini akan berlanjut hingga Februari 2024 mendatang.
Lebih jauh dikemukakan, untuk kebutuhan air bersih, pihak Pemkot Makassar masih memperoleh secara gratis dari PDAM Kota Makassar. Namun, tidak mungkin Pemkot akan terus meminta air gratis ke PDAM karena akan berpengaruh pada pendapatan perusahaan daerah tersebut nantinya.
Karena itu, jika bencana kekeringan terus berlanjut, pihaknya akan berkonsultasi ke Kementerian Dalam Negeri apakah bisa menggunakan dana BTT untuk pembelian air ke PDAM.

“Tidak mungkin minta gratis air terus dari PDAM. Ini baru kami mau cari aturannya. Karena terkait yang seperti itu, saya belum paham apakah bisa atau tidak. Kami baru akan koordinasi dengan Kemendagri,” kata Dakhlan.
Dihubungi terpisah, Kepala Pelaksana (Kalak) BBPD Kota Makassar Ahmad Hendra Hakamuddin menerangkan, pihaknya mulai turun ke wilayah-wilayah yang terdampak kekeringan untuk menyalurkan air bersih.
Dia mengatakan, berdasarkan hasil assement di lapangan, lima kecamatan yang terdampak kekeringan. Yakni Kecamatan Biringkanaya 1,315 rumah, Tamalanrea 1.400 rumah, Ujung Tanah 769 rumah, Tallo 2.392 rumah, dan Kecamatan Panakkukang 240 rumah.
Hendra menjelaskan, menurut BMKG, hingga tiga bulan ke depan (September hingga November) curah hujan umumnya kategori rendah dengan sifat hujan di bawah normal. “Karena itu, kita memang harus mempersiapkan langkah mitigasi,” jelasnya.
Lebih jauh dikemukakan, sejauh ini pihaknya sudah mendistribusikan air bersih ke 10.813 KK, atau 17.730 jiwa. Sementara air bersih yang sudah terdistribusi sebanyak 200.560 liter.
Dalam mendistribusikan air bersih, pihak BPBD mendapat dukungan dari TNI/Polri dan beberapa OPD dan pihak kecamatan dengan meminjamkan armada.
Untuk mobil tangki, BPBD disokong oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Dinas Lingkungan Hidup. Sementara pihak kecamatan meminjamkan dump truk untuk mengangkut air bersih dalam tandon. (rhm)



×


Pemkot Mau Pakai Anggaran BTT Beli Air PDAM

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link