pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Majukan Program Kampung KB

MAMUJU, BKM — Kampung Keluarga Berencana (KB) diperlukan di seluruh desa di Indonesia. Sebab, keberhasilan program Kampung KB sangat membantu dalam meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia dan kesejahtraan keluarga pra-sejahtra menuju yang lebih baik. Kampung KB akan membangun masyarakat yang sejahtera dari tingkat keluarga.
Launching kampung KB ini merupakan tindak lanjut dari program nasional yang telah dicanangkan Presiden Joko Widodo pada 14 Januari 2016 lalu. Keberadaan kampung KB dapat menggaungkan kembali program KB yang saat ini mulai meredup. Sehingga dibutuhkan adanya sinergitas kegiatan agar lebih berhasil.
”Kegiatan ini tidak berhenti setelah seremonial saja. Namun hendaknya ditindaklanjuti dengan berbagai langkah nyata. Sehingga apa yang menjadi maksud kegiatan ini dapat terwujud sebagaimana yang kita harapan. Kampung KB juga sangat bermanfaat dan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat, terutama diwilayah kategori tidak mampu, padat penduduk, dan terpencil,” kata Wakil Bupati (Wabup) Mamuju, Irwan Pababari, saat melaunching program kampung KB di Kecamatan Tapalang, Senin (30/5).
Program KB sekarang lebih difokuskan pada masyarakat tidak mampu dan tidak punya akses terhadap fasilitas kesehatan. Sehingga hal terpenting dari pencanangan kampung KB, gerakan dari program KB yang mampu bersinergi program pendidikan, kesehatan, lingkungan dan lainnya antara lain dengan melakukan sosialisasi, serta melakukan langkah mengkomunikasikan dalam edukasi program KB kepada masyarakat serta dari segi pelayanan KB yang terus ditingkatkan di desa.
”Pemerintah Kabupaten Mamuju melakukan langkah ini dengan kerjasama pihak BKKBN Perwakilan Provinsi Sulawesi Barat. Di Kabupaten Mamuju saat ini sudah ada tiga kampung KB, masing-masing tersebar di Desa Tapandullu, Kecamatan Simboro, Desa Dungkalit Kecamatan Tapalang Barat, dan Desa Rantedoda Kecamatan Tapalang.
Irwan mengatakan, jika melihat dari sisi jumlah penduduk di tiap desa tidak mencapai 2.000 jiwa, itu bukanlah kendala. Tapi jika melihat dari tingkat kesejahteraan, memang masih berada di bawah standar. ”Saya meyakini, mereka sejahtera dengan konsep masing-masing. Karena mereka adalah orang-orang bahagia, rukun serta damai. Meski tingkat standar kesejahteraannya baik itu kesehatan, pendidikan, dan pendapatan, jauh dari standar layak,” katanya. (ala/mir/c)
Bahkan menurut Latban Kantor BKKBN Perwakilan Sulbar, Sukadamai Lampugo, menjelaskan, tugas dan tanggungjawab BKKBN itu akan ditindaklanjuti pada bidang UKS. Langkah itu nantinya akan mengedepankan ketahanan keluarganya, baik pada remaja, balita, serta lanjut usia. Ketika kelompok-kelompok ini telah diinventarisir sebagai peserta KB, maka petugas KB nantinya akan secara kontinyu melakukan koordinasi dengan masyarakat sebagai akseptor di kampung KB.
”Para petugas KB ini nantinya juga akan memilah pasangan yang masih berusia subur mulai dari umur 15 tahun sampai 49 tahun. Jadi di kampung KB akan digarap secara bersama-sama dengan berbagai institusi, seperti institusi sosial, Pekerjaan Umum (PU), dan Bappeda,” kata Sukadamai. (ala/mir/c)



×


Majukan Program Kampung KB

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar