MAKASSAR, BKM — Kolam Regulasi atau waduk Nipa-nipa yang dijadikan sebagai pengendali banjir di area Makassar dan sekitarnya mulai dibangun.
Kemarin, Kamis (2/6), Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo melakukan ground breaking atau peletakan batu pertama proyek tersebut. Ground breaking dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Air Sedunia tingkat Sulawesi Selatan, disaksikan Direktur Sungai dan Pantai Dirjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Ir Hari Suprayogi.
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Sulsel mengatakan kolam regulasi atau waduk Nipa-Nipa memang dibangun untuk mengatasi banjir Kota Makassar, terutama akibat luapan Sungai Tallo di bagian hilir.
Cara kerjanya, kata Agus, waduk akan menampung air yang masuk melalui pelimpah (spillway) selama terjadi puncak banjir untuk sementara waktu. Air yang tertampung kembali dialirkan ke Sungai Tello melalui pintu-pintu pengatur dan atau pompa air setelah hujan reda.
“Dengan adanya pembangunan kolam regulasi Nipa Nipa ini, diharapkan mampu mengurangi luasan areal daerah terdampak banjir di bagian hilir Sungai Tallo,” ungkap Agus.
Dia melanjutkan, waduk ini nantinya akan mengatasi debit puncak banjir dan mengamankan daerah pemukiman di bagian hilir Sungai Tallo serta mengurangi area genangan daerah yang terdampak banjir seluas 3000 hektare di Kecamatan Tallo dan Tamalanrea.
Selain itu, waduk nantinya juga bisa dimanfaatkan sebagai konservasi air tanah dan meningkatkan nilai pemukiman di sekitarnya. Dan bisa juga untuk perikanan air tawar dan pengembangan daerah wisata.
Pembangunan waduk Nipa Nipa akan dilaksanakan secara multi years selama tiga tahun.
“Kami berharap bisa selesai tepat waktu yakni 17 Desember 2018,” ungkap Agus.
Estimasi anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan kolam Nipa Nipa itu sekitar Rp347,192 miliar. Dana bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Kolam regulasi Nipa Nipa ini tepatnya berada di perbatasan Kabupaten Gowa, Maros, dan Kota Makassar.
Direktur Sungai dan Pantai Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Ir Hari Suprayogi berjanji akan memperhatikan anggaran pembangunan Waduk Nipa Nipa tersebut akan bisa terbangun dengan mulus dan selesai tanpa hambatan berarti. Selain itu, dia juga akan mengusaha tak ada pemotongan anggaran dari proyek itu kendati saat ini pemerintah pusat melakukan pemangkasan anggaran infrastruktur.
Yang menjadi persoalan saat ini adalah pembebasan lahan. Pemerintah harus membebaskan lahan seluas 90 hektare.
Terkait persoalan itu, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo meminta pemerintah daerah untuk melakukan pendekatan persuasif pada masyarakat yang lahannya akan dibebaskan.
“Lakukan pendekatan kekeluargaan. Beri penjelasan betapa pentingnya waduk ini hadir. Dibutuhkan oleh banyak orang,” kata Syahrul.
Dia menegaskan, dalam melakukan pembebasan, hindari menggunakan cara-cara kurang berkenan. Jika memang tidak ada kesepakatan dengan pemilik tanah, ada cara yang diatur sesuai undang-undang yakni melalui pengadilan atau konsinyasi. (rhm/war)
SYL Memulai Pembangunan Waduk Nipa-nipa
×

