RANTEPAO, BKM — Bupati Toraja Utara Kalatiku Paembonan mencanangkan Desa Siaga Bencana di Museum Ne’Gandeng Lembang Palangi Kecamatan Balusu Kabupaten Toraja Utara, Selasa (31/5).
Selai Torut tiga kabupaten turut serta selain Bulukumba, Enrekang, Palopo dan Toraja Utara sebagai tuan rumah.
Bupati memberi apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Torut oleh Kementrian Sosial dan Dinas Sosial Provinsi Sulsel sebagai tempat pencanangan Desa Siaga Bencana.
Tingginya angka rawan bencana di Toraja Utara mengharuskan kita senantiasa lebih waspada, sehingga wajib hukumnya bagi Pemkab melakukan antisipasi dan pencegahan.
Di Toraja Utara cukup banyak wilayah diterjang bencana alam longsor, bahkan telah membawa korban jiwa, sehingga langkah pencegahan dilakukan menghimbau masyarakat agar senantiasa menjaga kebersihan tata lingkungan. Karena kelemahan yang dialami selama ini kurangnya kesadaran masyarakat akan dampak yang ditimbulkan, termasuk pembabatan hutan sudah tidak terkendali, dan kawasan hutan menjadi kawasan pemukiman.
Penangggulangan bencana, lanjut Kalatiku, sangat penting dan menjadi kewajiban pemerintah memberi pengetahuan dan keterampilan masyarakat menata lingkungan, serta mendeteksi pergerakan tanah.
Pencanangan desa siaga bencana dewasa ini melibatkan semua pihak dan stake holder, sungguh luar biasa sebab sudah mendapatkan pengetahuan dan keterampilan langkah darurat dilakukan ketika bencana terjadi.
”di Balusu ini tepatnya di kediaman Ne’ Gandeng Pasulu bersedia dan mengizinkan kegiatan ini dilaksanakan ditempatnya sudah tepat karena kampung ini menjadi pusat dan percontohan desa siaga bencana,”terang Kalatiku.
Kabag Humas Pemkab Toraja Utara Fitra Rusdi, menambahkan jumlah peserta dari 4 kabupaten sebanyak 250 orang, dan setiap peserta dari kabupaten didampingi Kepala Dinas Sosial Ketenagakerjaan dan Transmigrasi sebab akan dogemleng untuk menjadi Taruna Siaga Bencana (TAGANA) di daerahnya masing-masing. (gus/C).
Bupati Canangkan Desa Siaga Bencana
×

