pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Warga Mulai Mengungsi

Banjir Menggenangi Blok 8 dan 10 Perumnas Antang

MAKASSAR, BKM — Intensitas hujan yang terus meningkat beberapa hari terakhir mengakibatkan warga yang bermukim di sejumlah wilayah rawan banjir mulai mengungsi. Dua lokasi yang kerap menjadi langganan banjir, yakni Blok 8 dan 10 Perumnas Antang, Kecamatan Manggala mulai tergenang dengan ketinggian air mencapai 40 cm.

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar Achmad Hendra Hakamuddin, menjelaskan selain banjir, cuaca buruk berupa angin kencang membuat puluhan pohon tumbang. Sejumlah rumah warga juga mengalami kerusakan.
Tercatat, ada 12 kecamatan yang terdampak angin kencang. Yakni Kecamatan Manggala, Tamalate, Rappocini, Mamajang, Ujung Pandang, Biringkanaya, Ujung Tanah, Makassar, Panakkukang, Bontoala, Tallo, dan Mariso.
“Tercatat ada 28 lokasi yang terkena dampak angin kencang yang mengakibatkan pohon tumbang dan rumah warga mengalami kerusakan,” terangnya, kemarin.

Menurut Hendra, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Makassar untuk penanganan pohon tumbang. Sementara untuk rumah yang terdampak angin kencang, BPBD sudah menyalurkan bantuan berupa material seperti seng, tripleks, paku, balok, dan kebutuhan lainnya.
Terpisah, Camat Manggala Andi Eldi Indra Malka mengatakan saat ini sudah ada warga dari Blok 8 dan 10 Perumnas Antang yang mengungsi. Ada empat lokasi yang disiapkan untuk pengungsian. Di Masjid Jabal Nur ada sekitar 35 kepala keluarga (KK) dengan total 114 jiwa yang mengungsi.
Sementara di Masjid Makkah Al Mukarramah tercatat 21 KK dengan total 69 jiwa yang mengungsi. Di Masjid Al Muttaqin 13 KK total 50 jiwa, dan di Masjid Al Muthohirin terdapat 14 KK dengan total 38 jiwa yang mengungsi.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar dr Nursaidah Sirajuddin mengatakan, saat ini pihaknya sudah menurunkan tim untuk melakukan pemantauan dan pemeriksaan kesehatan warga yang berada di lokasi pengungsian.
“Pelayanan kesehatan sudah kita lakukan. Seperti di Masjid Jabal Nur, Blok 10 Perumnas Antang, Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kota Makassar Andi Pangerang Nur Akbar, mengatakan pihaknya juga sudah turun melakukan asesmen di titik-titik pengungsian warga. Hal tersebut dilakukan untuk mempersiapkan makanan untuk mereka.
Namun sebelum itu, Dinsos harus mengetahui apakah ada pantangan bahan makanan yang tidak boleh dikonsumsi oleh pengungsi tertentu. “Kami sudah melakukan asesment terhadap pengungsi di Masjid Jabal Nur Blok 10, Kecamatan Manggala. Tujuannya untuk mengetahui kalau ada pantangan bahan makanan nantinya akan disesuaikan dengan yang disajikan oleh Dinsos,” tambah Andi Pangerang.
Sementara itu, Rabu (17/1), Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto memimpin apel kesiapsiagaan dalam penanggulangan bencana alam yang dipusatkan di Lapangan Masjid Al-Markaz Al-Islami. Danny menegaskan, kegiatan ini bertujuan mengecek kesiapan terhadap bencana alam yang hari ini menjadi bagian dari seluruh dunia.
Di depan seluruh peserta apel, Danny menuturkan bahwa perubahan iklim memberikan dampak yang begitu luas. Terjadi banjir dan kekeringan di Amerika, Jepang, dan Eropa.

”Apa yang menjadi pembeda adalah bagaimana kesiapan mitigasi bencananya. Koordinasi, komunikas dan akumulasi semua kekuatan kita dan mempersiapkan masyarakat menghadapi bencana itulah kuncinya,” kata Danny, pagi tadi.
Mitigasi ialah usaha mempersiapkan diri sebelum bencana terjadi. Seperti halnya banjir. Ia menjelaskan, banjir ada rumusnya; curah hujan tinggi dan pasang. Kedua indikator dapat dilihat di aplikasi.
Tetapi yang ia garis bawahi ialah soal drainase yang tersumbat tidak dapat dilihat di aplikasi. Untuk itu usaha mempersiapkan peralatan ialah usaha mitigasi. Inilah yang dipertebal dan disempurnakan.
Termasuk, ia tekankan perihal kelistrikan saat bencana, terutama banjir. Pihaknya meminta bersurat ke PLN untuk memeriksa tiang-tiang besinya karena berpotensi berkontribusi terhadap korban pada saat air meninggi.
Wali kota dua periode ini juga mengapresiasi apel mitigasi ini lantaran baru pertama kalinya diagendakan seperti ini. Adanya pemeriksaan berapa jumlah alatnya dan sampai skala berapa bencana yang bisa dicover.
“Selamat bekerja dan terus berkoordinasi semoga ini jadi amal jariyah kita dunia akhirat,” pesannya. (rhm)



×


Warga Mulai Mengungsi

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link