MAKASSAR, BKM — Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Paotere memperkirakan gelombang tinggi untuk wilayah perairan Sulawesi Selatan dengan kategori gelombang sedang atau zona kuning yang diperkirakan mulai 1,25-2,5 Meter.
Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Paotere Makassar Mujahidin, menyampaikan bahwa ini merupakan efek dari angin baratan yang sudah mulai aktif.
“Iye, angin baratan sudah mulai aktif. Diperkirakan beberapa minggu ke depan terjadi peningkatan ketinggian gelombang yang sekarang berada pada skala sedang menjadi skala tinggi,” ujar Mujahidin, Rabu (17/1).
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel Muh Ilyas, mengatakan zona kuning ini harus diwaspadai transportasi laut, khususnya para nelayan.
“Para nelayan dan penyeberang pulau harus waspada, BMKG sudah tepat sebagai lembaga memberikan early warning,” jelasnya.
Apalagi, kata dia, gelombangnya diperkirakan 2,5 meter. Dengan begitu, para nelayan harusnya jangan dulu melaut demi keselamatan. Kalau pun pertimbangannya karena faktor ekonomi yang mendesak sebaiknya di sekitaran pesisir.
“Kalau level kuning, nelayan kecil diimbau untuk tidak melaut. Kalau terpaksa melaut karena mereka tetap untuk mencari ikan, lebih baik di sekitar pesisir dan pulau. Jangan terlalu jauh,” imbuhnya.
Menurut Muh Ilyas, kapal ukuran kecil sangat riskan bagi nelayan. Sementara untuk kapal ukuran besar tidak masalah. ”Kalau untuk safetynya lebih bagus jangan dulu melaut, tunggu kondisi normal. Kalau melaut pun jangan terlalu jauh ke laut lepas,” sambungnya.
Selain itu, kata dia, para nelayan pun harus menyiapkan peralatan keselamatan seperti pelampung guna mengantisipasi dampak badai di tengah laut.
“Menyiapkan alat keselamatan di kapal, pelampung itu menjadi syarat utama. Di kapal besar ada life jacket. Kalau disiapkan dengan baik, relatif lengkap peralatannya, punya pelampung keselamatan. Antisipasi pencegahan lebih bagus,” tandasnya.
Terpisah, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Sulsel Muhammad Yusuf meminta kepada para nelayan untuk selalu waspada di tengah cuaca ekstrem.
“Kami tetap menyampaikan kepada teman-teman nelayan Sulsel untuk tetap waspada dengan adanya informasi seperti itu,” tuturnya.
Ia menyarankan kepada para nelayan, apabila kondisi gelombang laut memang cukup tinggi sebaiknya urungkan niat untuk melaut.
“Artinya, dilihat kondisinya. Kalau memang membahayakan tidak usah melaut,” tegasnya.
Selain itu, ia juga mendorong kepada pemerintah kota maupun provinsi untuk memberikan bantuan bagi petani, mengingat di saat-saat seperti ini tangkapan berkurang.
“Nelayan yang tidak beraktivitas perlu diberi bantuan apa saja,” imbuhnya. (jun)

