PENEGAKAN demokrasi saat ini kian mengalami penurunan karena adanya kepentingan ekonomi-politik pemerintah. Salah satu indikator untuk Indonesia bisa menjadi negara maju adalah meningkatkan pendapatan negara. Sayangnya, target pemerintah ini justru menjadikan politik Indonesia banyak dipengaruhi oleh pemain bisnis yang menimbulkan sistem oligarki.
Belum lagi soal korupsi terstruktur yang semakin mengakar kuat dalam sistem. Sejauh ini, penanganan korupsi belum mampu menurunkan tingkat korupsi itu sendiri. Terbukti dengan dinyatakannya Indonesia sebagai negara paling korup kelima di Asia Tenggara.
Dalam waktu dekat ini Indonesia akan menghadapi pemilu 2024, di mana rakyat akan menantukan pilihannya. Pada pemilu tahun ini tercatat 204,8 juta pemilih terdaftar dalam DPT (daftar pemilih tetap) seperti telah diumumkan oleh KPU. Itu jelas bukan sekadar angka untuk menggenapi kemenangan para kandidat terpilih.
Pemilu sebagai momentum evaluasi lima tahunan perjalanan bangsa kita jangan sampai hanya menjadi pesta demokrasi sangat mahal yang cenderung sia-sia. Pemilu pada akhirnya tak lebih dari sekadar ajang pergiliran kekuasaan lima tahunan belaka, yang berujung pada maraknya korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, dan penelantaran nasib rakyat.
Dalam pemilu 2024 ini pemilih dari kita para generasi Z ada sebanyak 46.800.161, atau 22,85 persen. Generasi kita juga mendominasi jumlah pemilih kali ini. Angka tersebut menunjukkan gen Z memiliki potensi untuk membentuk perubahan dan memberikan kontribusi positif dalam pengambilan keputusan.
Nah untuk sobat Gen Z-ku, yukkk kita ikut serta mengambil peran dalam pemilu 2024 untuk menciptakan perubahan yang lebih baik bagi negara kita tercinta.

