pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Istri Sopir Meninggal, Enam Penumpang Kritis

Mobil Bak Terbuka Masuk Jurang Sedalam 30 Meter

GOWA, BKM — Selasa pagi (20/2) pukul 09.00 Wita. Jalanan di poros Mamampang, Desa Mamampang, Kecamatan Tombolopao, Kabupaten Gowa tampak ramai dan macet. Mereka beramai-ramai melihat sebuah mobil bak terbuka yang jatuh ke dalam jurang di Baraya. Kedalamannya kurang lebih 30 meter. Lokasi ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Sinjai
Mobil nahas tersebut mengangkut tujuh orang bersama dengan sopirnya. Mereka yang seluruhnya merupakan warga Desa Tabbingjai, Kecamatan Tombolopao, Gowa itu rencananya hendak menuju Tamaona guna membuka rekening untuk penerimaan beasiswa anak-anaknya.
Mereka yang ada di atas mobil saat kejadian, masing-masing Taufik alias Ampe (sopir) dan istrinya Mutmainna, Nandarwanti Dg Jintu, Muri, Ernawati, Intang, dan Suharni. Satu orang, yakni Mutmainna meninggal dunia dalam peristiwa ini. Sementara sopir dan lima penumpang lainnya selamat, namun menderita luka yang cukup serius.

Peristiwa ini membuat histeris warga sekitar TKP maupun keluarga para korban. Kepala Desa Tabbingjai Subair langsung mendatangi lokasi menuju TKP setelah mendapatkan laporan bahwa delapan warganya yang menumpangi mobil pick up yang dikemudikan Ampe tersebut, terjatuh ke jurang dalam tak jauh dari tebing menikung di Baraya tersebut.

“Iya, ada tujuh warga saya yang menumpangi mobil yang masuk jurang. Penumpangnya ada enam orang dan satu sopir. Yang duduk di depan adalah sopir Ampe bersama istrinya. Istri sopir ini yang meninggal. Saya lupa namanya,” ujar Subair ketika dihubungi via ponselnya pukul 15.11 Wita, kemarin.

Kedalaman jurang hingga 30 meter membuat prosesi evakuasi memakan waktu cukup lama. Para korban langsung dilarikan ke Puskesmas Tamaona, Desa Tamaona, Kecamatan Tombolopao. Namun, setibanya di Puskesmas, Mutmainna mengembuskan napas terakhirnya. Ia mengalami sejumlah luka yang cukup serius di tubuhnya.

Dua korban lainnya, yakni Nandarwati Dg Jintu dan Taufik Ampe kemudian dirujuk ke RSUD Syekh Yusuf, Sungguminasa. Ia menderita luka parah di bagian kepala dan mengalami patah tulang. Karena kondisinya yang cukup kritis, korban akhirnya keduanya dirujuk ke RS Bhayangkara, Makassar. Sementara empat korban luka lainnya dirawat di Puskesmas Tamaona.
“Mereka ini rencananya mau ke Desa Tamaona, karena di Tamaona ada kantor Bank BRI di situ. Mau buka rekening untuk beasiswa anak-anaknya yang di SD. Tapi, menurut informasi, saat mereka melintas di poros Baraya, mobil ternyata terlalu kepinggir dan langsung masuk jurang,” ungkap Subair.

Terpisah, Kades Erelembang, Kecamatan Tombolopao Putra Syarif yang tengah berada di Sungguminasa telah berkoordinasi dengan Kades Tabbingjai. Ia pun langsung mengarah ke RSUD Syekh Yusuf guna melihat kondisi korban. Wilayah Erelembang dan Tabbingjai bertetangga.

Ia mendapati dua korban mesti dirujuk ke RS Bhayangkara, Makassar guna penanganan lebih cepat. Namun dirujuk lagi ke RS Haji, Makassar.
Tentang lokasi jatuhnya mobil, menurut Putra Syarif, memang sangat rawan terjadinya kecelakaan. Selain jurang yang cukup dalam di pinggir jalan, kondisi jalanan yang lebarnya hanya 3,5 meter itu pinggirannya tertutupi semak belukar dan rumput liar yang rimbun. Akibatnya, pengendara kerap tidak mengetahui mana batas jalanan dan mana bibir jurang. (sar)



×


Istri Sopir Meninggal, Enam Penumpang Kritis

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link