MAKASSAR, BKM–Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulawesi Selatan sangat berpeluang untuk menggeser dominasi tiga partai politik (Parpol) yang selama ini berada di atasnya.
Berdasarkan real count dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait perolehan suara dan kursi untuk DPRD Sulsel, PPP berpeluang meloloskan 8 hingga 9 kadernya keparlemen.
Dari data yang dikumpulkan koran ini, daerah pemilihan (Dapil) Makassar A hampir pasti PPP gagal meraih kursi, namun PPP mampu meloloskan kadernya di Dapil Makassar B. Dapil III Gowa-Takalar PPP berpeluang meraih 2 kursi, Dapil IV Jeneponto-Bantaeng-Selayar 1 kursi, Dapil V Sinjai-Bulukumba 1 kursi, Dapil VI Maros, Pangkep, Barru dan Parepare belum aman.
Dapil VII Bone gagal, Dapil VII Soppeng -Wajo 1 kursi, Dapil IX Sidrap-Pinrang-Enrekang belum aman, Dapil X Tana Toraja-Toraja Utara gagal, dan Dapil XI Luwu Raya 1 kursi.
PPP meraih dukungan suara teratas di dua Dapil yakni Makassar B dan Dapil III. Makassar B yang meliputi Kecamatan Panakkukang, Biringkanaya, Manggala dan Tamalanrea yakni Salman Alfarizi, sementara Dapil III yakni Rifail K Hijaz dan kemungkinan nama Ketua DPRD Gowa Rapiuddin Rapi. “Insya Allah, kami tetap optimis mampu meraih 9 hingga 10 kursi untuk DPRD Sulsel,”ujar Imam Fauzan.
Sementara Partai Demokrat minus di Dapil II dan IV serta rawan di Dapil III serta Dapil VI, sehingga hanya mampu meloloskan minimal 7 hingga 9 kader.
Penurunan kursi juga terjadi pada Partai Keadilan Sejahtera (PKS). PKS gagal meloloskan kadernya di Dapil VIII dan Dapil X. Sementara Dapil IV dan XI masih rawan. Sehingga hanya bisa menunci 7 kursi dan punya peluang untuk meraih maksimal 9 kursi.
Untuk Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga demikian karena sulit meloloskan kadernya di Dapil V, VII, IX, dan Dapil X. PKB yang dipimpin Azhar Arsyad baru mengunci 7 kursi. (rif)

