MAKASSAR, BKM — Tahun ini Pemerintah Kota Makassar mengalokasikan anggaran sebesar Rp400 miliar untuk pelaksanaan ducting sharing atau penataan kabel-kabel di bawah tanah. Dana tersebut diambil dari anggaran Makassar Core City Arena (Macca) yang gagal dilaksanakan. Bahkan sudah masuk ke pos keuangan milik Dinas Pekerjaan Umum (PU).
Namun, pascakedatangan Presiden RI Joko Widodo ke Makassar beberapa waktu lalu dan menyatakan akan membangun stadion di Makassar, Wali Kota Mohammad Ramdhan Pomanto berkomitmen memberi dukungan dengan membangun infrastruktur jalan di kawasan stadion. Danny berjanji menyiapkan anggaran sebesar Rp200 miliar untuk pembangunan infrastruktur jalan tersebut. Anggaran tersebut rencananya diambil dari separuh anggaran ducting sharing.
Orang nomor satu Makassar itu mengatakan, alokasi anggaran untuk ducting sharing memang direncanakan sebesar Rp400 miliar. Namun, jika melihat kondisi yang ada, dikhawatirkan anggaran itu tidak bisa terserap semuanya untuk ducting sharing selama satu tahun penganggaran.
Oleh karena itu, diputuskan memangkas anggaran ducting sharing sebesar Rp200 miliar untuk digunakan membangun infrastruktur jalan di kawasan stadion yang rencananya akan dibangun di wilayah Sudiang, Kecamatan Biringkanaya.
“Kemarin kan rencananya Rp400 miliar (untuk ducting sharing). Kita potong jadi Rp200 miliar. Karena siapa tahu jadi Silpa,” kata Danny saat diwawancarai belum lama ini.
Karena anggarannya terpotong, pelaksanaan ducting sharing otomatis berubah. Jika sebelumnya, ducting sharing akan dilaksanakan di kawasan Sudirman Loop, setelah dipangkas, otomatis akan menyesuaikan sesuai kondisi keuangan yang ada. “Paling tidak, satu ruas jalan saja dulu,” kata Danny.
Untuk pelaksanaan ducting sharing sendiri, tambah Danny, Pemkot Makassar terlebih dahulu akan melaksanakan studi tiru ke Singapura yang menerapkan sistem penataan kabel bawah tanah terbaik di dunia. Sedianya, Pemkot Makassar akan studi tiru di negara tetangga tersebut bersama dengan pihak Ibu Kota Negara Nusantara (IKN) yang juga akan menerapkan ducting sharing.
Namun belum ada informasi terbaru kapan Pemkot Makassar akan ke Singapura untuk belajar ducting sharing ini. Danny berharap kegiatan yang menjadi salah satu proyek strategis Pemkot Makassar tahun ini bisa secepatnya direalisasikan.
“Pelaksanaan, kira kira Agustus baru bisa konstruksi, karena kita mau samakan standar dengan IKN. Jadi hanya IKN dan Makassar yang mengikuti standardisasi itu,” tambah Danny.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar Andi Zulkifli Nanda mengatakan pihaknya sudah mendapat instruksi secara lisan dari wali kota untuk memangkas anggaran proyek ducting sharing. Untuk itu, pihaknya akan menggelar rapat terlebih dahulu dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemkot Makassar.
“Karena anggaran ducting sharing itu kan masuk dalam program strategis yang dianggarkan di Dinas PU. Nilainya sebesar Rp400 miliar. Kita akan bertemu dulu dengan TAPD untuk membicarakan hal ini,” ungkap lelaki yang akrab disapa Zul itu.
Dia menambahkan, jika dan ducting sharing dipangkas sebesar Rp200 miliar untuk infrastruktur jalan stadion, maka anggarannya baru bisa dialokasikan pada APBD Perubahan 2024. (rhm)

