MAKASSAR, BKM — Pelantikan pejabat eselon II hasil lelang jabatan di lingkup Pemkot Makassar kembali diundur dalam jangka waktu yang belum jelas. Padahal Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto rencananya sudah akan mengisi tujuh posisi lowong itu hari ini, Senin (1/4).
Namun belum sempat diisi, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melayangkan surat peringatan. Bagi kepala daerah yang ingin melakukan pelantikan pejabat di atas tanggal 22 Maret 2024, maka harus mendapat izin dari Mendagri terlebih dahulu.
Ditemui di kediaman pribadinya, Sabtu (30/3) malam, Danny Pomanto mengatakan pihaknya terpaksa harus menunda pelantikan pejabat eselon II yang sudah dipersiapkan untuk dilantik Senin.
“Tiba-tiba ada surat, bahwa pelantikan di atas 22 Maret harus izin Mendagri. Jadi kami harus minta izin dulu untuk melantik pejabat,” ungkapnya.
Orang nomor satu Makassar itupun langsung memerintahkan Kepada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Makassar untuk berangkat ke Jakarta mengurus surat izin pelantikan.
“Jadi saya perintahkan (Kepala BKSDM) berangkat ke Jakarta. Tunggu izin. Kemarin sudah fix itu semua. Tapi tiba-tiba muncul surat tadi,” jelasnya.
Danny pun terpaksa harus menjadwalkan ulang pelantikan pejabat lingkup Pemkot Makassar. “Tergantung izinnya kapan keluar. Kan di aturan disebutkan enam bulan sebelum Pilkada tidak boleh ada pelantikan. Kecuali ada izin dari Mendagri. Iya, kan dulu dihapus itu aturan. Terus muncul lagi. Jadi kita tunggu surat izinnya. Ndak ada masalah,” ungkap Danny.
Rencananya, Wali Kota Makassar dua periode itu akan melakukan pelantikan dalam dua tahap. Untuk tahap pertama, pelantikan tujuh pejabat eselon II hasil lelang jabatan atau seleksi terbuka (selter). Setelah itu, Danny kembali akan melantik pejabat jajaran eselon III dan IV, terdiri dari jabatan sekretaris, kepala bidang, hingga kepala seksi di tingkat kelurahan.
“Jadi kita akan mengajukan izin dua kali. Satu untuk pelantikan pejabat eselon II, dan satu lagi untuk izin pelantikan pejabat eselon III dan IV,” tambahnya.
Terkait pejabat eselon II yang akan dilantik, Danny mengaku sudah mengantongi nama namanya. Namun dalam sesi buka puasa bersama awak media di kediaman pribadinya pada Sabtu malam, Danny secara terang-terangan membocorkan satu jabatan yakni Kepala Dinas Kominfo, akan diisi oleh Sekretaris Kominfo yang saat ini menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ismawaty Nur.
“Bocor soal. Khusus untuk Kadis Kominfo. Orang bagus kerjanya. Satumo dulu. Saya tidak mau bocorkan yang lain,” tandas Danny.
Dikonfirmasi terkait namanya disebut-sebut akan menjadi pejabat definitif Kepala Dinas Kominfo, Ismawati Nur hanya tersenyum dan menjawab dengan singkat. “Apapun yang menjadi perintah Pak Wali, kami sebagai bawahan harus taat dan patuh pada instruksinya. Di manapun ditempatkan, itulah yang terbaik,” singkatnya.
Selain posisi Kadis Kominfo, jabatan lain yang kosong saat ini adalah Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Sosial, serta Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana. (rhm)

