MAKASSAR, BKM–Kontestasi pemilihan bupati (Pilbup) Soppeng diminati banyak politisi, pengusaha hingga birokrat untuk mengincar posisi calon bupati hingga wakil bupati.
Mereka diantaranya dua politisi Partai Golkar yakni Suwardi Haseng yang masih tercatat sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan dan Andi Muhammad Farid Kaswadi yang baru saja terpilih sebagai Anggota DPRD Sulsel.
Dua politisi Partai NasDem yakni wakil bupati Soppeng Lutfi Halide dan Andi Zulkarnain Sutomo.
Juga ada dua politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yakni Anggota DPR RI Samsu Niang dan Ketua DPC PDIP Sopeng Andi Mapparemma.
Tidak hanya itu, namun ada juga dua legislator Partai Demokrat Sulsel Selle KS Dalle dan Haeruddin Tahang yang juga yang juga Anggota DPRD Soppeng.
Berikutnya ada dua politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yakni Dr HM Aras yang juga Anggota DPR RI dan Andi Nurhidayati Zainuddin yang juga Anggota DPRD Sulsel.
Terakhir, Sekretaris Daerah Kabupaten Soppeng, Tenri Sessu Mappecanji juga bersiap menatap Pilbup.
Meski saat ini masih berstatus aparat sipil negara (ASN), akan tetapi niat dan tekadnya bulat untuk menjadi orang nomor wahid di Kota Kalong. “Beliau siap bertarung, pensiun dari ASN bulan Mei,” ujar salah satu tim pemenangannya
Hasil Pileg 14 Februari lalu, Partai Golkar sukses mengunci 11 dari 30 kursi di DPRD Soppeng, PDIP 6 kursi, NasDem dan Demokrat masing-masing 4 kursi, Gerindra 3 kursi, PPP dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masing-masing mendapat 1 kursi. (rif)
Selle: Saya Nyaman, Tapi Tunggu Survei Dulu
LEGISLATOR Partai Demokrat Sulsel Selle KS Dalle mengaku semakin intens melakukan penjajakan untuk membangun koalisi.
Menurut Selle, komunikasinya dengan sejumlah figur potensial mulai intens dilakukan seperti Suhardi Haseng dan Andi Mapparemma.
Hanya saja, Selle mengaku belum memastikan untuk posisi apakah 01 atau 02. Pihaknya akan melihat lebih dulu hasil survei yang dikeluarkan akhir Mei 2024.
“Kalau ditanya kesiapan 01, sangat siap. Tapi saya kalau maju 01 peluangnya tidak menang, tentu saya memilih 02 tapi peluangnya menang. Artinya apa, saya menatap Pilkada ini harus menghitung secermat mungkin, dengan siapa kemenangannya sangat besar,” kata Selle. “Makanya saya bilang semua pihak yang membangun komunikasi dengan saya, baik itu Suhardi Haseng maupun Andi Mapparemma, saya nyaman semua dengan kita. Tapi saya menunggu hasil survei dulu,”ucapnya.
Selle menambahkan, penentuan pasangan turut melihat sisi geopolitik. makanya ia tak mau terburu-buru menentukan pasangan.
Selain itu, ia juga siap melepas kursi DPRD Provinsi apabila memiliki ruang untuk bertarung di Pilbup Soppeng. Dia pun tidak mempermasalahkan, jika nantinya hanya bertarung pada posisi 02. Kendati, ikhtiarnya ingin berbuat lebih banyak terhadap daerahnya dan masyarakat.
“Tidak ada masalah saya 02, dari pada saya maju 01 tapi tidak menang. Saya ini bukan tipikal orang yang memburu kekuasaan. Saya ini hanya butuh ruang mengabdi untuk daerah dan masyarakat,” tandasnya.
Partai Demokrat meloloskan empat kadernya masuk parlemen sehingga Selle sisa membutuhkan tambahan dua kursi untuk bertarung di Pilbup Soppeng.
Dua kader Golkar juga ikut bersaing. Andi Farid merupakan putra bupati dua periode Andi Kaswadi Razak, sementara Suwardi merupakan pengusaha politisi yang memiliki finansial yang sangat besar.
Sekretaris DPC PDIP Soppeng Muhammad Ridha menyebut bahwa selain Andi Mapparemma yang terlebih dahulu mengeluarkan statemen untuk ikut bertarung, pihaknya juga sudah menerima sinyal terkait keinginan Samsu Niang untuk ikut bertarung.
“Soal rekomendasi partai, itu merupakan kewenangan DPP, mereka merupakan kader terbaik PDIP dan masing masing punya jasa dalam membesarkan PDIP,”ucapnya.
Terkait nama HM Aras dan Andi Nurhidayati Zainuddin, Ketua DPW PPP Sulsel Imam Fauzan mengaku hanya mempersiapkan nama Andi Nurhidayati. “Pak Aras tak ingin maju, sehingga PPP menyiapkan nama Ibu Andi Nurhidayati,”ujar Imam Fauzan yang juga Ketua Fraksi PPP DPRD Sulsel ini. (rif)

