GOWA, BKM–Dalam sehari, politisi Partai Gerindra Sulsel H Darmawangsyah Muin (DM) mengembalikan formulir sebagai calon Bupati Gowa di dua partai politik yakni Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Sebelum bertolak ke Jakarta, DM mengembalikan formulir di PKS, Senin (13/5).
Wakil Ketua DPRD Sulsel ini tiba dikantor DPD PKS Gowa sekitar jam 10 pagi. DM didampingi Sekretaris DPC Gerindra Gowa Idris Rate dan ketua tim Gowa Berua Dr. Rahmansyah Dg Sijaya serta Ceo Gowa Berua Hasrul Rajab dan juga koordinator relawan Gowa Berua Ustadz Rapiuddin Opa.
Kedatangan DM diterima langsung ketua MPD PKS Gowa Ustadz Trie Alfiiard Hasyim dan sejumlah pengurus lainnya termasuk H. Muhammadon Rate. PKS Gowa menaruh harapan jika Allah berkehendak DM diberi amanah menjadi bupati Gowa maka sekiranya sifat kenegarawanan, sifat religius, aspiratif dapat melekat pada diri DM.
Menanggapi hal tersebut DM mengaku bahwa apa yang diharapkan teman-teman PKS telah dituangkan dalam visi misi Gowa Berua.
Usai dari PKS, DM mengembalikan formulir di Tim Pilkada Demokrat Gowa Jl Tumanurung Sungguminasa, Senin (13/5) sekira pukul 11.30 Wita.
DM berserta rombongan diterima sekretaris umum Demokrat Gowa Ardiansyah Sabir dan ketua Desk Pilkada Demokrat Andi Lukman Naba. Kedatangan DM disambut dengan adat Angngaru dan pemakaian Patonro dikepala DM.
DM yang juga sekretaris DPD Gerindra Sulsel ini mengaku ingin mengajak Demokrat untuk berkoalisi dengan Gerindra.
“Kami berharap dapat diusung oleh Partai Demokrat Gowa. Kursi kami delapan dan masih butuh partai lainnya. Kemarin Partai Perindo sudah menyatu dengan kami, alhamdulillah. Kami juga tetap berharap usungan dari Partai Demokrat. Insha Allah jika Tuhan menghendaki, Gerindra akan koalisi Demokrat juga. Kami juga daftar di PKS dan PKB,” katanya.
Selain itu, DM sangat berkeinginan membangun koalisi besar pada pertarungan Pilbup Gowa 2024.
Terkait usulan Demokrat yang menyorong paket dengan Ketua DPD Partai Demokrat Gowa Risma Kadir Nyampa sebagai bakal cawabup untuk DM, menurut DM tidak memungkiri hal itu.
“Saya kira sah sah saja dan itu tidak ada masalah. Tentu kita di tim kita akan melakukan survei akan melihat sejauhmana potensi bakal calon dari Demokrat. Dan kalau memungkinkan, kenapa tidak. Nanti kita lihat beberapa survei yang akan kita lakukan ke depan. Tapi kalaupun itu tidak memungkinkan maka kita akan bicarakan secara prinsip lagi. Kita kan survei baru tahun lalu nanti bulan ini baru keluar surveinya nanti setelah itu baru kami akan bicarakan kembali ke Partai Demokrat, ” kata DM. (sar)

