MAKASSAR, BKM — Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemekumham) RI Yasonna H Laoly meresmikan gedung baru Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi selatan (Sulsel), Jumat (14/6). Kantor yang berlokasi di Jalan Sultan Alauddin, Makassar ini pembangunannya menghabiskan total anggaran sebesar Rp49.780.720.000.
Rinciannya, bersumber dari anggaran tahun 2023 sebesar Rp25.199.480.000 dan tahun 2024 sebesar Rp24.581.240.000.
Menurut Yasonna, gedung baru Kanwil Kemenkumham Sulsel ini merupakan salah satu Kanwil Kemenkumham terbesar di Indonesia.
“Ini menunjukkan kemampuan kanwil di bawah kepemimpinan Pak Sitinjak bekerja sama dan bersinergi baik, bersama jajaran Forkopimda Pemprov maupun kota, khususnya Makassar,” kata Yasonna.
Ia pun berharap gedung baru Kanwil Kemenkumham Sulsel ini dapat dirawat dengan baik, terutama dalam pelayanan publik bagi masyarakat Sulsel.
“Sangat nyaman karena hanya kantor ini yang punya eskalator. Biasanya pakai lift. Jadi ini baik sekali dan kita harapkan nantinya dapat dirawat dengan baik, biaya pemeliharaaannya baik. Siapapun yang jadi pimpinan di sini nanti dapat merawat dan meneruskan dengan baik gedung ini. Terutama dalam pelayanan publik bagi masyarakat Sulsel,” tandasnya.
Salah satu rangkaian peresmian, Menkumham Yasonna Laoly mendapatkan penyematan gelar adat Mangngassai Dg Makkulle dari Kerajaan Gowa, Sulsel. Pemberian gelar adat itu dilakukan langsung oleh Raja Gowa ke-38, PYM Andi Kumala Idjo Daeng Sila Karaeng Lembang Parang Sultan Malikussaid Batar.
Adapun arti gelar adat yang diterima Yasonna Laoly, bahwa sebagai pemimpin dituntut mengambil kebijakan yang baik, yang bisa menampung aspirasi masyarakat dan mengambil keputusan yang tepat untuk kepentingan rakyat.
“Saya mengucapkan terima kasih sebesar besarnya atas penganugerahan gelar adat Kerjaaan Gowa kepada saya,” kata Yasonna.
Dengan pemberian gelara adat itu, Yasonna menyebut dirinya sudah menjadi bagian dari keluarga Kerajaan Gowa.
“Dari hati saya teramat dalam, terima kasih atas kehormatan yang sangat besar ini. Saya sudah menjadi keluarga Kerajaan Gowa. Kerabat berarti jangan segan-segan karena sebagai saudara susah senang kita adalah saudara. Tentu saja tanggung jawab ini untuk menjadi pemimpin yang baik, juga menampung aspirasi rakyat, demokratis. Ini menjadi sangat penting, terutama di masyarakat kita sekarang ini,” terangnya. (jun)

