MAKASSAR, BKM — Wacana refocusing anggaran oleh Pemprov Sulsel kini menjadi momok. Sebab akan ada banyak program yang harus dipangkas anggarannya demi membayar utang pihak ketiga di era Gubernur Andi Sudirman Sulaiman.
Langkah Pemprov untuk merefocusing tersebut disoroti oleh mantan Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin. Khususnya di sektor pertanian dan peternakan yang dulu memang menjadi program andalannya.
Menurut Bahtiar yang kini menjabat Pj Gubernur Sulbar, anggaran pertanian dan peternakan di Sulsel ini tak mesti direfocusing. Sebab pertanian dan peternakan merupakan tulang punggung yang membiayai hidup rakyat kecil di daerah ini.
“Waktu saya Pj Gubernur Sulsel memang saya alokasikan pembiayaan cukup. Kenapa? Kita tanya aja pemimpin kamu belain siapa? Rakyat kecil atau orang besar? Kalau orang besar gak perlu dibelain, hanya perlu pelayanan lebih baik. Yang kecil ini harus di backup. Jadi kalau anggaran pertanian dikurangi untuk ide refocusing, lalu kau belain siapa? Rakyat harus tanya ke gubernur dan bupati. Masak untuk bagi-bagi bibit kepada masyarakat misalnya, dipakai bayar untuk yang lain,” cetusnya kepada wartawan usai melakukan studi banding di UPT Inseminasi Buatan Ternak Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Sulsel, Maros, Minggu (7/7).
Menurut Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri itu, hal ini mesti dipertanyakan kepada Pemprov Sulsel apakah membela orang besar atau rakyat kecil. Padahal, rakyat besar hanya perlu difasilitasi, sedangkan rakyat kecil mesti dibantu demi kesejahteraannya.
“Jadi rakyat gak dapat apa-apa. Rakyat harus mempertanyakan pemimpin yang tidak belain mereka. Kalau kau beli bibit untuk masyarakat, ya orang kecil yang dapat. Inseminasi buatan ini kan buat orang kecil. Ini harus dibanyakin. Sama bibit ikan dibagi ke danau apa, kan untuk orang kecil, orang banyak,” tegasnya.
“Kalau tidak ada anggaran untuk bibit, untuk ikan, peternakan buat masyarakat, itu harus dipertanyakan tidak pro rakyat. Karena sebagian besar Sulselbar itu 90 persen hidupnya di peternakan, perikanan dan pertanian,” kuncinya.
Sebelumnya, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sulsel Salehuddin menyebut, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta legowo terhadap refocusing atau pemotongan anggaran agar masalah uutang dapat segera tuntas.
“Beliau mau pikirkan selesaikan masalah, harus OPD legowo biar kita selesaikan semua masalah biar tidak dikejar kejar sama pihak ketiga,” ujarnya belum lama ini.
Instansi paling banyak terdampak refocusing anggaran adalah Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (TPH-Bun) Sulsel. “Paling tinggi Dinas TPH Bun. Yang dipotong program yang bisa ditunda dan bisa dilaksanakan di tahun berikutnya,” jelasnya.
Boby –sapaan Salehuddin– menerangkan bahwa bantuan yang akan dipotong beragam. Mulai dari alat dan mesin pertanian alias alsintan, bibit tanaman hingga pupuk. (jun)

