MAKASSAR, BKM — Jalan berlubang atau rusak kerap dikeluhkan masyarakat, utamanya para pengguna jalan.
Di jalan poros trans Sulawesi, ditemukan cukup banyak jalan rusak yang harus dibenahi segera mungkin agar masyarakat yang ingin mudik saat lebarang nanti lebih nyaman melaluinya.
Hal tersebut menjadi perhatian serius Pemprov Sulsel.
Sekretaris Provinsi Sulsel, Abdul Latif berharap, Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VI dan Dinas Bina Marga bisa lebih pro aktif dalam memperbaiki kerusakan jalan yang ada.
Dia mengatakan, cukup banyak yang harus dilakukan instansi terkait dalam memperbaiki jalan rusak.
“Banyak jalan berlubang yang harus diperbaiki. Harus segera mungkin ditangani mengingat pergerakan masyarakat dalam arus mudik tahun ini sudah akan terjadi,” ungkap Abdul Latif, akhir pekan lalu.
Dia menambahkan, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pergerakan arus mudik tahun ini diperkirakan lebih cepat.
Alasannya, karena cuti lebaran diberikan lebih awal. Sehingga dipastikan arus mudik lebih cepat terjadi.
“Diperkirakan arus mudik mulai terjadi pada H-5,” ungkapnya.
Dia memberi target agar seluruh perbaikan jalan bisa dirampungkan minimal tujuh hari sebelum lebaran atau H-7.
Selain itu, untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan saat puncak arus mudik terjadi, dia juga mengimbau Dinas Perhubungan Sulsel segera membentuk tim terpadu untuk pengawasan arus lalu lintas.
“Kami juga minta Dishub mulai membentuk tim terpadu untuk melakukan pemantaun jalan,” jelas Abdul Latif.
Menyikapi persoalan jalan,
BBPJN memastikan pihaknya akan memaksimalkan penanganan jalan berlubang agar masyarakat bisa lebih nyaman berkendara saat mudik.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Maros-Parepare BBPJN VI, Syahrir Hud mengemukakan
khusus di Jalan Trans Sulawesi Jalur Maros-Parepare, dijamin pekerjaan bahkan bisa selesai H-10 lebaran.
Saat ini, pihaknya fokus pada perbaikan dan rekonstruksi pada jalan yang rusak parah dan berlubang.
Tahun ini, selain perbaikan dan pemeliharaan, ada pula konstruksi fisik pada lahan yang akan dieksekusi di wilayah Pangkep. Panjangnya sekira 200 meter.
Namun menurut Syahrir, kemungkinan konstruksi baru akan dilakukan setelah lebaran.
“Kami janjikan, lubang akan tertangani secara keseluruhan pada jalur sepanjang 100 meter lebih sebelum pelaksanaan arus mudik,” tegasnya.
Jika di jalur Maros hingga Parepare dijanjikan tertangani sebelum mudik, maka jalur dari Parepare, Pinrang, hingga batas Sulbar juga demikian. Meski dengan alokasi anggaran terbatas, jalur ini pun dipastikan bebas lubang sebelum mudik lebaran.
PPK Parepare, Pinrang, dan batas Sulbar, Muh Amin menjelaskan, tahun ini pihaknya hanya mendapatkan alokasi Rp2 miliar. Anggaran tersebut untuk melakukan perawatan jalan sepanjang 68 kilometer.
“Di wilayah kami rata-rata lubang baru akibat curah hujan tinggi. Kondisi jalan memang tua karena sudah sepuluh tahun,” sebut Amin. (rhm/war)
Pemprov Minta BBPJN Genjot Perbaikan Jalan
×

