MAKALE, “BKM”-, Pengelolaan kampus UKI Toraja kurang mendapat kepercayaan dari mahasiswa karena kuatnya teror dan intimidasi kepada mahasiswa, membuat puluhan pengurus senat mahasiswa HMTS, HIMATIKA, HMPGSD, SPT, IMTB, HIMABIG, SMFP, dan SMFKIP, serta HMPBSI, Kamis (16/6) gelar demo di DPRD dan Pemda Tana Toraja.
Kisruh berkepanjangan di UKI Toraja bermula saat 6 mahasiswa keluarkan papan nama ruangan dikampus plaza kolam Makale yang identik dengan nama pendiri UKI.
Ke-6 mahasiswa diancam di DO namun dianulir karena kuatnya tekanan dan solidaritas dari rekan mahasiswa antar fakultas, dan persoalan paling memalukan di UKI dari dekan Fakultas FKIP pada demo beberapa waktu lalu sudah menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya, namun lagi-lagi tidak ada tindakan tegas dari pihak kampus, terang jenderal lapangan aksi Arkelaus kepada awak media disela-sela aksi.
Masih toleransinya pihak kampus kepada dosen predikat S1 bertentangan dengan UU Nomor 14 tahun 2005 dosen pendidikannya paling rendah S2 juga tidak luput dari tuntutan dan sorotan mahasiswa.
Pasalnya kondisi di kampus UKI kemerdekaan berserikat dan mengeluarkan pendapat ditekan, sehingga aturan kampus selalu mengancam mahasiswa di drop out, itu bukan tindakan mendidik melainkan ancaman yang sangat merugikan, kata Arkelaus.
Aksi damai mahasiswa perjuangkan keadilan, lanjut Arkelaus, Front Mahasiswa Dan Pemuda Toraja Bersatu menuntut, DPRD mediasi kepada pimpinan kampus UKI Toraja bersama Yayasan mengevaluasi aturan membatasi hak mahasiswa keluarkan pendapat.
Selain itu, juga intimidasi pihak kampous selalu mengancam mahasiswa di drop out, copot dekan FKIP, dosen bertitel S1 diganti, menolak aturan pedoman organisasi kemahasiswaan dari pihak kampus, dan pengelolaan anggaran kampus transparan dan akuntabel.
Komisi 2 DPRD Tana Toraja menerima mahasiswa Luthes Sampe Patasik (PDIP) Yosephine Maria Palamba (Golkar) dan Ramdan Sampe Toding (Golkar) tegaskan meskipun kami sadari otoritas kampus ada dan tidak boleh campur tangan orang lain, namun karena ke DPRD menyampaikan aspirasinya kami tampung dan berjanji tindaklanjuti ke pihak kampus dan yayasan, kata Luther Sampe Patasik.
Ditambahkan Yosephine Palamba, semua aspirasi wajib ditindaklanjuti agar ada solusi, sehingga persoalan di kampus UKI itu tugas kita bersama untuk dicari solusi penyelesaiannya, karena yang menimba ilmu disana anak kita semua, singkat Yosephine.
Aksi demo dilanjutkan di Pemda Tana Toraja masih tuntutan yang sama diterima Kesbangpol Armi Lenggo (gus).
FMPTB UKI Toraja Demo Tolak Intimidasi Mahasiswa
×

