MAKASSAR, BKM — Lima orang pelaku pengeroyokan di Jalan Andi Mappaoddang, pada Sabtu malam (20/7), telah teridentifikasi personel kepolisian. Mereka masing-masing berinisial M (16), Bet (16), HG (15), RD (16), serta SR (16).
Mereka mengeroyok korbannya berinisial VA hingga babak belur. Beberapa hari berselang atau pada Kamis malam (25/7), empat orang pelaku di antaranya telah menyerahkan diri kepada pihak Polsek Tamalate. Sedangkan satu orang lainnya masih berstatus buron atau dalam pencarian petugas.
Kapolsek Tamalate, AKP Aris Soemarsono, mengemukakan,
pengeroyokan itu terjadi di Jalan Andi Mappaoddang, Kecamatan Tamalate, Makassar, Sabtu malam (20/7). Saat itu korban melintas di lokasi dan membuang puntung rokoknya ke arah pelaku yang sedang berkumpul.
”Pelaku duduk di tempat agak gelap. Jadi ketika korban lewat, langsung membuang puntung rokoknya ke arah pelaku. Sementara korban tidak mengetahui kalau di tempat gelap itu ada orang (pelaku),” ujar Kapolsek Tamalate.
Para pelaku kemudian menegur korban menggunakan bahasa daerah dan diabaikan. Pelaku pun merasa tersinggung dengan sikap korban.
”Ditegur pakai bahasa Makassar. Sedangkan korbannya orang Jawa Barat. Jadi tidak nyambung. Akhirnya tersinggung,” terang Aris.
Lanjut Aris mengatakan, karena itu, para pelaku langsung menganiaya korban secara bersama-sama. Saat itu, salah seorang pelaku menyadari jika korban tidak mengerti bahasa Makassar, sehingga dia melerai rekan-rekannya.
”Yang pertama memukul baru menyadari kalau korban tidak mengerti bahasa Makassar, karena korban menggunakan Bahasa Indonesia dimengerti. Jadi dia pisahkan. Tapi telanjur dipukuli,” sebut Aris, Kamis malam (25/7), empat orang pelaku menyerahkan diri ke petugas Polsek Tamalate. Dan satu orang yang masuk dalam DPO (daftar pencarian orang) diminta agar segera menyerahkan diri. (jul)

