pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Kekuatan Dua Paslon di Toraja Masih Berimbang

MAKALE, BKM–Kontestasi pemilihan bupati (Pilbup) di Kabupaten Tana Toraja sudah pasti diikuti dua pasangan calon atau head to head antara pasangan dr Zadrak Tombeq-Erianto Laso Paundanan (Zatria) dengan pasangan Viktor Datuan Batara-John Diplomasi (Visi) tentu pilihan masyarakat hanya dua Zatria atau Visi.
Kedua paslon berlaga habis-habisan untuk menang dipanggung politik lima tahunan. Kekuatan partai politik (Parpol) pengusung dan kerja tim sukses penentu meraih suara terbanyak.

Paslon Zatria diusung Parpol dengan jumlah 19 kursi masing-masing Gerindra 6 kursi, Nasdem 6, PDIP 4, Hanura 1, Gelora 1, Perindo 1. Juga ada PKS dan PKN non parlemen. Sedangkan Paslon Visi diusung Golkar 7 kursi, Demokrat 4, PKB dan PSI non parlemen.
Pakar politik Unhas Prof.Dr. Sukri Tamma membeberkan bila Pilbup Tana Toraja yang hanya diikuti dua Paslon sehingga tingkat persaingan akan tajam, sebab pilihan masyarakat kalau bukan ke Zatria ke Visi. Meskipun tidak menutup kemungkinan ada masyarakat yang golput atau tidak memilih itu tidak banyak.

Kemudian yang bersaing keduanya sudah berpengalaman, Viktor mantan wakil bupati dan Zadrak wakil bupati masih berkuasa.
Demikian pula pasangannya bukan orang sembarangan dua-duanya orang berpengaruh dari Toraja Barat. Erianto calon wakil bupati Zadrak mantan Kejari Tana Toraja memiliki basis militan.

Demikian pula John Diplomasi calon wakil bupati Viktor pernah menjadi Ketua KSP Balo’ta. Meskipun pernah kalah di Pilbup lalu pasangan Alber Patarru masih punya pendukung militan sehingga Erianto dan John memiliki modal penting untuk maju.
Menurut Prof Sukri, ada kecenderungan aspek partai pendukung tidak menjadi alasan utama masyarakat memilih tetapi partai menjadi mesin politik digunakan tim yang baik.
Apalagi topografi Tana Toraja perbukitan membuat tim kerja ekstra menjangkau pelosok sehingga semakin banyak tim kerja berusaha mengakses masyarakat pemilih bersosialisasi untuk mendapatkan dukungan.

Tentu saja kondisi head to head Pilbup Tana Toraja akan terjadi persaingan ketat cenderung fifti-fifti dan masih punya kesempatan saling mengalahkan satu dengan lainnya tergantung bagaimana memaksimalkan nilai lebih dan keunggulan mereka dan tim kerja menunjukkan image sebagai calon yang terbaik diantara mereka.
Prof Sukri tidak menampik di Pilbup pertarungan antar tim sukses semakin tajam. Bahkan perang media dan opini saling menjatuhkan, melempar isu negatif cenderung ke arah black Campaign.

“Pilbup dua paslon hampir pasti cost politik besar sebab hanya dua pasang bertarung. Jika satu pasangan lemah finansialnya maka kelompok masyarakat cenderung ke pihak finansial yang cukup. Hal itu terjadi karena sebagian masyarakat masih pragmatis mendapatkan keuntungan sesaat. Sedikit sekali masyarakat memiliki jiwa fanatisme terhadap tokoh atau pasangan tertentu,”pungkas Sukri (gus/rif/c).



×


Kekuatan Dua Paslon di Toraja Masih Berimbang

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link