pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Menolak Politik Uang: Menghadapi Tantangan Demokrasi di Pilkada Serentak 2024

Arisya Fitria Maidy Sekretaris PT Latoa (Langit Timoer Cinema) Makassar

USAI hiruk-pikuk pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan legislatif (pileg) pada beberapa bulan lalu, saat ini masyarakat Indonesia kembali disibukkan dengan pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2024.

Perhelatan tersebut akan berlangsung secara serentak pada 27 November mendatang.
Artinya, tinggal menghitung beberapa hari lagi pelaksanaannya. Tentu ini sebuah kabar baik, sebab masyarakat Indonesia di setiap kabupaten/kota maupun provinsi akan memiliki nakhoda baru atau masih memilih untuk dipimpin oleh nakhoda lama.

Namun saya melihat berdasarkan hasil pemilu kemarin, masih ada beberapa masalah saat menjelang pemilihan, yang tentu harus menjadi koreksi atau sebuah masukan agar menjelang pilkada hal ini bisa diatasi.

Salah satu masalah tersebut adalah praktik politik uang atau money politics.
Saya melihat fenomena ini masih merajalela, bahkan kian massif. Masyarakat sekarang banyak yang tidak peduli dengan beragam program yang ditawarkan oleh para calon.

Biasanya ketika diperkenalkan beberapa calon yang akan maju sebagai pemimpin, mereka tidak lagi memperhatikan apa progam yang akan dilaksanakan, namun justru langsung menanyakan berapa uangnya.

Kebanyakan dari mereka berdalih bahwa hal itu dilakukan akibat takut jika pemimpin atau calon yang terpilih nantinya lupa dengan janjinya. Karena itu mereka ingin mengambil uang dari para calon.

Tentu ini sebuah fenomena yang berbahaya untuk masa depan bangsa. Sebab jika mereka terpilih dengan cara seperti itu tentu tidak akan menjadi pemimpin yang layak dan bijaksana.

Problem ini tentu harus mendapatkan atensi dari pihak penyelenggara, seperti Bawaslu.
Kiat menyadari bahwa politik uang ini jelas-jelas masuk ke dalam ranah pidana. Namun sampai sekarang hal tersebut masih banyak dilakukan lantaran belum ada efek jera bagi para pelaku.

Untuk itu saya berharap kepada seluruh masyarakat Indonesia agar bisa terlepas dari politik uang. Gunakan hak suara kita dengan sebaik-baiknya, dan yang menurut kita layak sebagai seorang pemimpin maka itulah yang dipilih. (jar)



×


Menolak Politik Uang: Menghadapi Tantangan Demokrasi di Pilkada Serentak 2024

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link