ENREKANG, BKM–Bakal calon (balon) Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang mulai tebas pesona di Kabupaten Enrekang, saat hadir pada acara tablik akbar dan Milad 84 Pemuda Muhammadiyah tingkat Provinsi di lapangan Sepak Bola Belajen, Kelurahan Kambiolangi, Kecamatan Alla Enrekang, Minggu (26/6).
Bahkan Agus yang masih tercatat sebagai wakil Gubernur Sulsel ini mengaku sudah cukup belajar dari Syahrul Yasin Limpo sebagai Gubernur di wilayah yang berpenduduk 9 juta yang tersebar pada 24 Kabupaten Kota. “Saya ini sudah belajar dengan Komandan (SYL) 8 tahun lebih. Oleh karena itu, kalau mau cari sopir baru, janganki cari sopir yang tidak pengalaman nanti jatuh di Bampa Puang,”ujar Agus.
Menurutnya, jika sopir yang berpengalaman yang sering lewat di Bamba Puang, pasti dia tau di mana tempatnya jual nasu cemba dan dangke (Masakan khas Enrekang). “Tapi kalau orang baru mau lewat pasti di bertanya-tanya dimana di jual itu nasu cemba dan dangke,dan belum tentu dia mau makan juga. Kalau saya dengan pak Bupati Enrekang pasti saya makan,”jelas Agus di sambut aplus ribuan hadirin yang menghadiri acara tersebut.
Sementara itu, balon Gaubenrur Abd Rivai Ras membagikan nasi kotak kepada tukang Bentor yang ada di jalan Cenderawasih, Makassar. Pembagian nasi kotak ini merupakan bagian dari kegiatan Sahur On The Road Bro Rivai Ras.
SSI Tak Politisi Demokrat dan PAN
Lembaga survei dan konsultan politik Script Survei Indonesia (SSI) tidak mengakomodir nama Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel, Ni’matullah dan Ketua DPW PAN Sulsel, Ashabul Kahfi sebagai kandidat yang dikut disurvei. Tak hanya itu, nama lain yang tidak masuk yakni anggota DPR RI dari Partai Demokrat Aliyah Mustika Ilham padahal ketiga nama tersebut cukup banyak mendapat respon dari masyarakat.
Berdasarkan pemaparan hasil survei yang disampaikan Direktur SSI, Yuhardin, hanya 15 balon yang mendapat respon masyarakat baik untuk tingkat pengenalan (popularitas) disukai (akseptabilitas) dan akan dipilih (elektabilitas).
Tidak masuknya tiga tokoh tersebut, banyak yang mulai mempertanyakan akurasi data yang ditampilkan lembaga SSI. “Saya yakin sebagai ketua partai, apalagi jika sebagai anggota DPR RI tentu banyak pendukung, namun SSI tak menghitungnya. Survei itu tentu patut dipertanyakan,”ujar Wakil Ketua DPW PAN Sulsel Styamsuddin Karlos, Senin (27/6).
Yuhardin yang dimintai tanggapannya atas tidak masuknya Ni’matullah, Kahfi dan Aliyah Mustika membantahnya. Menurutnya, ada 25 balon yang dimasukkan, termasuk mantan ketua DPD Demokrat Sulsel Ilham Arief Sirajuddin. “Iya ada 25 nama yang kita minta responden untuk menilainya, namun hasilnya seperti itu, hanya 15 balon saja ,”ujar Yuhardin membela diri. (jun-her/rif/c)

