MAKASSAR, BKM–Direktur Eksekutif lembaga survei Parameter Publik Indonesia (PPI) Ras MD mengungkapkan bil ada lima alasan utama yang membuat pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Makassar Munafri Arifuddin-Aliyah Mustika Ilham (MULIA) mampu meraih kemenangan signifikan pada kontestasi pemilihan wali kota (Pilwali) Makassar yang digelar 27 November lalu.
Pertama, Paslon MULIA paling populer dan paling disukai berdasarkan data survei sebelumnya, Paslon Appi-Aliyah mencatatkan tingkat popularitas yang sangat tinggi di kalangan pemilih Makassar.
Kedua, program kampanye yang paling disukai. Paslon MULIA menawarkan serangkaian program kampanye yang sangat resonan dengan kebutuhan warga Makassar.
Program seperti iuran sampah gratis, pembangunan stadion PSM, dan gratis seragam sekolah mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat.
Program-program ini dinilai menjadi daya tarik besar bagi para pemilih yang menginginkan perubahan nyata di Kota Makassar.
Ketiga, dukungan Ilham Arief Sirajuddin dan Aksa Mahmud. Kemenangan Paslon MULIA juga tak terlepas dari peran IAS yang pernah menjabat wali kota Makassar dua periode itu sejak awal all out memenangkan MULIA.
Bahkan IAS dimandatkan jadi Ketua Tim Pemenangan MULIA.
Selanjutnya, peran pengusaha sekaligus politisi senior Aksa Mahmud yang juga merupakan mertua dari Appi.
Kedua tokoh ini memiliki pengaruh besar di Makassar dan dukungan mereka memberikan insentif elektoral yang sangat besar kepada pasangan MULIA. Hal ini terlihat dari meningkatnya angka suara mereka di kalangan pemilih yang sebelumnya ragu-ragu.
Keempat, tim pemenangan dan relawan yang bekerja massif dan efektif. Tim pemenangan dan relawa pasangan MULIA bekerja sangat massif dan efektif selama masa kampanye.
Dengan strategi yang matang, mereka berhasil menjangkau pemilih di seluruh wilayah Makassar.
Relawan yang tersebar luas dan selalu hadir di setiap kegiatan kampanye berhasil menggerakkan dukungan yang signifikan dari masyarakat. “Terutama Relawan Kanvaser yang bekerja massif dan efekif,” kata Ras MD.
Kelima, kampanye berdasarkan data survei yang akurat. Paslon MULIA menjalankan kampanye berdasarkan data survei yang sangat akurat dan terperinci. Setiap kebijakan dan keputusan yang diambil selama masa kampanye didasarkan pada analisis data yang mendalam. Hal inilah memungkinkan mereka untuk lebih responsif terhadap kebutuhan dan aspirasi warga Makassar. (jun/rif)
Appi Sebut Kemenangan Untuk Seluruh Masyarakat
POLITISI Partai Golkar selaku calon wali kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi bersama pasangannya yakni politisi Partai Demokrat Aliyah Mustika Ilham dipastikan meraih kemenangan telak di kontestasi Pilwali Makassar yang digelar 27 November lalu.
Hal itu berdasarkan hasil hitung cepat (quick count) yang dilakukan lembaga survei Parameter Publik Indonesia (PPI).
Hasil quick count menunjukkan pasangan calon (Paslon) Appi-Aliyah (MULIA) unggul jauh dengan meraih 55,4 persen suara. Appi-Aliyah unggul jauh dari tiga Paslon lainnya.
Paslon Andi Seto Gadhista Asapa-Rezki Mulfiati Lutfi (SEHATI) hanya mampu finish di angka 27,76 persen.
Indira Jusuf Ismail-Ilham Ari Fauzi Amir Uskara (INIMI) berada di urutan ketiga 13,38 persen. Terakhir, Paslon Amri Arsyid-Abd Rahman Bando (AMAN) 3,46 persen.
Direktur Eksekutif PPI, Ras MD mengatakan data masuk sebesar 100 persen. Ras MD, mengungkapkan bahwa hasil quick count ini diperoleh dengan metode multistage random sampling.
Dengan menggunakan jumlah sampel 225 TPS yang dipilih secara acak dan tersebar proporsional di seluruh wilayah kecamatan.
“Hasil quick count PPI tidak berbeda jauh dengan hasil KPU nantinya dibawah 1 persen. Sekali lagi saya sampaikan bahwa yang unggul dalam hitungan hasil hitung cepat PPI adalah pasangan MULIA,” kata Ras MD, Kamis (28/11).
Appi menyampaikan terimakasih kepada semua pihak atas pelaksanaan Pilwali Makassar yang berlangsung aman dan lancar. “Kami berterima kasih atas dukungan semua pihak dan akan segera bekerja untuk mewujudkan janji-janji kami kepada warga Makassar. Kemenangan ini untuk seluruh masyarakat yang ada,”ujar Appi yang juga Ketua DPD II Golkar Makassar ini. (jun/rif)

