MAKASSAR, BKM–Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan akan menggelar musyawarah daerah (Musda) pada April 2025 mendatang.
Musda Golkar akan memilih ketua yang baru untuk periode 2025-2030 atau kembali menetapkan ketua petahana yakni Dr H Taufan Pawe (TP).
Meski ada peluang TP untuk kembali terpilih, namun ada juga kader partai berlambang pohon beringin rindang yang dipersiapkan dan layak maju di Musda nanti.
Para kader yang dinilai layak maju yakni mantan wali kota Makassar dua periode Dr Ilham Arief Sirajuddin (IAS), bupati Gowa dua periode Dr Adnan Purichta Ichsan, wali kota Makassar terpilih yang juga Ketua DPD II Golkar Makassar Munafri Arifuddin alias Appi, Anggota DPR RI Erwin Aksa, bupati Luwu Utara dua periode yang juga Ketua DPD II Golkar Indah Putri Indriani, mantan bupati Soppeng dua periode yang juga Ketua DPD II Golkar Andi Kaswadi serta mantan bupati Bone dua periode yang juga Ketua DPD II Golkar Andi Fashar Padjalangi.
Juga ada Wakil Ketua DPRD Sulsel Rahman Pina serta Ketua Komisi D DPRD Sulsel HA Kadir Halid.
Wakil Sekretaris DPD I Golkar Sulsel Lakama Wiyaka mengungkapkan bila peluang semua kader sama untuk bisa jadi ketua golkar di Sulsel, “Stok di Golkar banyak termasuk ibu Indah, Andi Kaswadi, Andi Fashar Padjalangi, Erwin Aksa dan yang bisa merebut terpilih ketua tergantung usaha mereka,”jelas Lakama Wiyaka, Senin (9/12).
Hal sama disampaikan legislator Golkar DPRD Sulsel asal daerah pemilihan (Dapil) VI Sulsel meliputi kabupaten Maros, Pangkep, Barru dan Parepare Andi Patarai Amir yang dimintai tanggapannya soal peluang IAS, Adnan dan Appi serta TP untuk kembali terpilih, mengaku menyerahkan sepenuhnya ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP). “Biar DPP yang menilai layak atau tidaknya kerena semua kader potensial,”ujar Patarai Amir yang pernah tercatat sebagai Ketua DPRD Maros ini.
Pernyataan beda disampaikan Wakil Ketua DPD I Golkar Sulsel Nasran Mone, Menurut Nasran Mone, kalau ada tiga nama maka dirinya lebih mengunggulkan IAS, Appi dan Rahman Pina (RP). “Untuk Pak Taufan Pawe mungkin mau konsen di DPR RI dan DPP,”ucap Cakmon- panggilan akrab Nasran Mone.
Senior Golkar Arfandi Idris menegaskan bila semua kader golkar dapat maju dan menjadi ketua, apalagi kalau sudah menjadi ketua, tentu secara rasional akan memilih calon ketua yang memang dianggap mampu dan bisa mengangkat kembali posisi Partai Golkar di Sulsel sebagai pemenang Pemilu pada tahun 2029 dan mengembalikan secara nasional Sulsel sebagai lumbung suara golkar di Indonesia Timur, sehingga sebanyak-banyaknya kader golkar yang maju sebagai calon ketua semakin baik apalagi kalau dapat di kolaborasikan seluruh potensi kader maka akan semakin dasyat kesiapan golkar 2029, ada nama IAS, Adnan, Appi, Andi Ina Kartika, Kaswadi Razak, Fashar Padjalangi, Kadir Halid, Rahman Pina dan Taufan Pawe, ini membuktikan golkar banyak stok kader yang siap memimpin partai.
Ketua DPD II Golkar Tana Toraja Viktor Datuan Batara juga mengemukakan bila semua kader terbaik tentu layak maju di Musda Golkar.
Sehari sebelumnya, legislator Golkar DPR RI Prof Dr HAM Nurdin Halid (NH) mengapresiasi IAS, Adnan dan Appi untuk maju di Musda. “Saya kira ketiga-tiganya, pak IAS, Adnan dan Appi memiliki elektabilitas, kualitas dan memiliki pengalaman,”ujar NH.
NH menyebutkan IAS dan Adnan telah memimpin daerah selama dua periode. Sementara Appi walikota terpilih 2024 ini.
“Ketiganya memenuhi syarat dan mereka ini memiliki potensial mengembalikan kejayaan Golkar,” ujarnya.
Diketahui pada pemilihan anggota legislatif (Pileg) 14 Februari 2024 lalu, Partai Golkar telah kehilangan beberapa kursi, termasuk posisi Ketua DPRD Sulsel dan beberapa Kabupaten/kota, seperti DPRD Luwu Utara, DPRD Maros dan DPRD Palopo.
Bukan hanya itu ada sekitar delapan kader selaku Ketua DPD II Golkar yang tumbang pada pemilihan wali kota (Pilwali) dan pemilihan bupati (Pilbup) serentak 27 November lalu.
Mereka adalah Ketua Golkar Barru Mudassir Hasri Gani, Ketua Golkar Parepare Erna Rasyid, Ketua Golkar Sinjai Andi Kartini Ottong, Ketua Golkar Pinrang Usman Marham, Ketua Golkar Enrekang Muh Irpan, Ketua Golkar Tana Toraja Victor Datuan Batara, Ketua Golkar Toraja Utara Yohanis Bassang, serta Ketua Golkar Palopo Rahmat Masri Bandaso.
“Jadi semuanya harus dievaluasi terhadap kegagalan yang tidak bisa kita pertahanan,” tegas wakil ketua Komisi VI DPR RI ini. (rif)
DPP Punya Parameter Untuk Mengevaluasi
PEMERHATI politik dari lembaga survei dan konsultan pemenangan PT Nurani Strategic Dr Nurmal Idrus mengamukakan bila Pemilu dan Pilkada sudah digelar dan sudah tergambar hasil dari semua kontestasi itu. Seperti halnya hasil yang dicapai Golkar di Pemilu dan Pilkada, semua pihak sudah mengetahui, termasuk DPP Golkar. Evaluasi terkait dengan hasil itu tentu sebuah keniscayaan.
“Parameter evaluasi juga tak bisa dibantah seperti kegagalan Golkar Sulsel dalam mempertahankan posisi sebagai pemenang Pemilu di Sulsel dan kehilangan posisi Ketua DPRD Sulsel. Hal sama di Pilkada yang juga diwarnai dengan sejumlah usungan Golkar yang gagal menang,”ujar Nurmal Idrus .
Namun, kita tak mengetahui parameter pasti yang dipakai DPP Golkar, untuk kemudian menilai apakah Taufan Pawe dianggap gagal itu berhasil. “Hanya saja jika melihat parameter hasil maka, TP tak lebih baik dari kepengurusan sebelumnya.
Musda adalah wilayah politik sehingga tak melulu sebuah kegagalan atas sebuah hasil politik dikonversi menjadi penggantian, termasuk di Musda Golkar Sulsel,”ucap Nurmal Idrus yang pernah tercatat sebagai Ketua KPU Makassar ini.
Pengamat politik dari Unhas Andi Haris Ph.d mengungkapkan bila soal terbuka atau tidaknya peluang, sangat tergantung pada sikap dan pilihan para kader yang memilihnya. Jadi terbuka peluang kembali tetap ada,”jelas Andi Haris,
Guru besar UIN Alauddin Makassar Prof Dr Firdaus Muhammad juga berpendapat sama bila IAS, Appi dan Adnan layak pimpin Golkar. “Semua kader yang baik dan visioner”jelas Prof Firdaus.

